Selasa, 02 Januari 2018

Implementasi Sistem Informasi Pada PT Pos Indonesia


SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Implementasi Sistem Informasi Pada
PT Pos Indonesia









Disusun Oleh :
Aprilia Wahyu Perdani (43116110355)



Dosen Pengampu :
Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA


PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MERCU BUANA
JAKARTA 2017



KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas karuniaNya-lah penulis masih diberi kesehatan dan dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Sistem Informasi Manajemen pada PT. POS Indonesia“. Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu tugas dari dosen mata kuliah Manajemen Sistem Informasi Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA
Makalah ini disusun dengan tujuan untuk menambah refesensi mahasiswa maupun siapa saja yang ingin memahami evaluasi tentang sistem informasi manajemen pada PT. POS Indonesia.
Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada Dosen kami yang telah memberikan tugas dan petunjuk kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini.
Makalah ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari pembaca demi penyempurnaan makalah selanjutnya. Besar harapan penulis semoga karya tulis ini bermanfaat bagi kita semua.
Jakarta,  Oktober 2017
Penulis


   Aprilia Wahyu Perdani










Abstrak

Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan bidang ilmu yang semakin berkembang. Perkembangan bidang ini semakin cepat dan penting untuk diterapkan dalam setiap organisasi. Perkembangan ilmu teknologi sekarang ini semakin maju dan pesat, yang tidak terlepas dari jasa informasi dan komputer. Kemajuan tersebut juga berpengaruh pada persaingan bisnis.
Sebagai upaya untuk meningkatkan kecepatan dalam pelayanan terhadap konsumen dan untuk memonitoring logistic, PT Pos Indonesia membentuk jaringan komputer antar bagian yaitu, bagian informasi, administrasi, dan supervisor logistik. Meskipun pada setiap bagian tersebut terdapat program computer yang sama, namun program computer pada masing – masing bagian tersebut hanya diaktifkan sesuai dengan kebutuhan setiap bagian.
Dengan memanfaatkan teknologi computer yang terus berkembang, sebaiknya lebih di tunjang dengan fasilitas internet dalam menjalin hubungan dengan pelanggan serta untuk mendapatkan informasi tentang kedatangan paket yang lebih cepat.

Keyword: Sistem informasi, PT Pos Indonesia



























BAB I
Pendahuluan

A.   Latar Belakang
Peran Sistem Informasi Manajemen akan lebih terasa bagi perusahaan-perusahaan besar. Bagi perusahaan-perusahaan besar, kebutuhan untuk mengumpulkan data dan informasi secara skala besar dan dalam waktu yang cepat lebih dirasakan kepentinganya berbanding dengan perusahaan-perusahaan menengah apalagi kecil.
PT.POS Indonesia pada awalnya bergerak dibidang pengiriman surat yg sangat diperlukan bagi masyarakat Indonesia pada saat itu yang ingin berkomunikasi tanpa terhalang jarak yg berjauhan walaupun makan waktu dalam hal pengirimannya Namun seiring dengan perkembangan teknologi informasi diera globalisasi ini misalnya dengan hadirnya telpon,pager & handphone maka masyarakat Indonesia mulai meninggalkan tradisi saling mengirim surat . Sehingga, PT.POS mulai melebarakan sayapnya di bidang pengiriman barang Belakangan ini, PT.POS mulai tersaingi dengan hadirnya perusahaan asing yang bergerak dalam bidang jasa pengiriman barang seperti TIKI. Karena, PT.POS Indonesia merupakan salah satu perusahaan terbesar diindonesia maka dengan mengambil proyek Sisem Informasi PT.POS ini dengan harapan agar masyarakat Indonesia lebih mencintai perusahaan dalam negri dan menggunakan jasa PT.POS Indonesia.
Banyak perusahaan di Indonesia sekarang dituntut untuk mempersiapkan diri dengan berbagai perangkat e-business sebagai bagian baru dari pola interaksinya dengan pelanggan, pemasok, dan karyawan. Salah satunya adalah PT. Pos Indonesia (Persero), sebagai perusahaan jasa pengiriman ternama di Indonesia. Perkembangan teknologi khususnya ICT (Information, Communication,Technology) yang demikian pesat, menjadi suatu ancaman sekaligus opportunity business bagi Pos saat ini dan di masa depan.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang akan kami bahas antara lain :
1.    Mengapa kita perlu mempelajari Sistem Informasi Manajemen ?
2.    Bagaimana sejarah terciptanya Sistem Informasi Manajemen?
3.    Apa tujuan diciptakannya Sistem Informasi Manajemen?
4.    Bagaimana Implementasi atau penerapan Sistem Informasi dalam perusahaan?

C. Tujuan
Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui seberapa penting sistem informasi manajemen dalam bisnis. mengembangkan sistem layanan terpadu yang diimplementasi melalui E-bisnis PT Pos Indonesia (Persero) yaitu sebagai penyedia layanan inovasi berbasis teknologi informasi, yang mudah, aman, dan memberikan nilai tambah tinggi bagi pelanggan.

BAB II
Tinjauan Pustaka


A.   Sejarah Sistem Informasi Manajemen (Steven Gunawan, 2016)
Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) yang berarti suatu kesatuan yang terdiri komponen yang dihubungkan bersama untuk memudahkanaliran informasi, materi atau energi. Sedangkan informasi adalah proses lebih lanjut dari data yang memiliki arti bagi pengguna untuk pengambilan keputusan. Jadi, sistem informasi dapat dikatakan sebagai sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen dalam organisasi untuk mnyajikan informasi bagi pengguna.
Sistem informasi manajemen mempunyai pengertian sebagai suatu metode formal untuk menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu bagi manajemen, yang diperlukan untuk mempermudah proses pengambilan keputusan dan memungkinkan fungsi-fungsi perencanaan, pengendalian dan operasional organisasi yang bersangkutan dapat dilakukan secara efektif (Stoner JAF., 1991).
Sistem informasi manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status, dan sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari. Lapisan ketiga terdiri dari sumber daya sistem informasi untuk membantu perencanaan dan pengambilan keputusan untuk pengendalian manajemen. Lapisan puncak terdiri dari sumber daya informasi utnuk mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat manajemen (Head,1967).
Sebuah sistem terpadu haruslah terdapat hubungan antara data dan pengolahan. Hubungan atau integrasi data dicapai melalui “data base”. Pada sebuah sistem pengolahan informasi, “data base” terdiri dari semua data yang dapat dijangkau oleh sistem. Pada SIM istilah “data base” biasanya dipakai khusus untuk data yang dapat dijangkau secara langsung oleh komputer. Manajemen sebuah “data base” adalah sebuah sistem perangkat lunak komputer yang disebut sebagai sebuah sistem manajemen “data base”.
Model-model pembantu keputusan yang dipakai dalam sistem dapat berupa model cerdas (intelligence model) untuk menemukan persoalan, model keputusan (decision model) utnuk mengenali dan menganalisis penyelesaian yang mungkin, dan berbagai model pilihan seperti model optimisasi (optimization model) yang memberikan suatu penyelesaian optimal atau metode pemuas untuk memutuskan sebuah penyelesaian yang memuaskan. Dengan kata lain, diperlukan berbagai rancangan analitis dan permodelan untuk memenuhi berbagai situsi yang memerlukan keputusan.
Kemajuan komputer sangatlah mendukung dalam proses pengolahan data. Pemrosesan data elektronik (Electronic DataProcessing disingkat EDP) adalah metode dalam suatu pemrosesan data komersial. Sebagai bagian dari teknologi informasi, EDP melakukan pemrosesan data secara berulang kali terhadap data yang sejenis dengan bentuk pemrosesan yang sederhana. Selain itu, pengertian Electronic Data Processing ( EDP ) secara umum adalah penggunaan metode otomatis dalam pengolahan data komersil.
Perkembangan EDP kemudian berkembang menjadi konsep Computer Based Information System (CBIS) atau Sistem Informasi Berbasis Komputer yang merupakan suatu sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan.Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya, sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya.

Sistem informasi manajemen atau disingkat dengan SIM menjadi tolak ukur keputusan organisasi atau kelompok. Melalui sistem informasi manajemen, sebuah bidang pekerjaan yang menyangkut analisis manajemen dapat diselesaikan. Dibalik perlunya ilmu sistem informasi manajemen, ada tujuan pentingnya penggunaan ilmu tersebut. Tiga tujuan penting yang harus dicermati dari sistem informasi antara lain untuk perhitungan harga, perencanaan, serta pengambilan dari keputusan. Dengan memegang tiga tujuan tersebut, maka analisis yang dilakukan dapat dikerjakan dan ditemukan penyelesaiannya. Ilmu sistem informasi manajemen terbilang dapat diterapkan secara luas. Tidak hanya dari manajemen sendiri, dapat pula dipelajari dalam ilmu kedokteran, pendidikan, industri, dan lainnya. Berbicara mengenai pengertian mengenai sistem informasi manajemen  itu sendiri, sebenarnya sudah ada sejak tahun enam puluhan. Namun karena perkembangan ilmu pengetahuan, maka terjadilah perkembangan definisi atau pengertian mengenai sistem informasi manajemen. Dan berikut tiga pengertian yang dijabarkan berbeda dengan inti yang sama.

B.   Definisi Sistem Informasi Manajemen (Steven Gunawan, 2016)
Sebuah sistem informasi manajemen, atau SIM, adalah sebuah sistem informasi yang selain melakukan semua pengolahan transaksi yang perlu untuk sebuah organisasi, juga memberi dukungan informasi dan pengolahan untuk fungsi manajemen dan pengambilan keputusannya. Gagasan sebuah sistem informasi yang demikian itu telah ada sebelum munculnya komputer.
namun komputer membuat gagasan tersebut menjadi kenyataan. Organisasi selalu membutuhkan sistem-sistem untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan, melihat kembali, dan menyalurkan informasi. Komputer telah menambahkan sebuah teknologi baru dan ampuh pada system informasi. Akibatnya sebuah sistem informasi berdasarkan komputer akan betul-betul berbeda dengan sistem-sistem yang diolah secara manual atau elektro-mekanis. Dan suatu organisasi yang sedang mengubah sistem informasi mereka dalam mengikuti teknologi ini, dalam penerapannya sering kurang memahami sifat perubahan yang sedang diadakan (Davis, 2002).
Sistem Informasi Manajemen (SIM) didefinisikan sebagai sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi para pengguna yang memiliki kebutuhan yang sama. Informasi adalah data yang telah diolah sehingga lebih bermakna. Informasi juga biasanya menyampaikan sesuatu yang baru dan belum diketahui oleh pengguna. Pengguna SIM umumnya terdiri dari anggota organisasi-organisasi formal, seperti perusahaan dan sub unitnya. Informasi menyampaikan apa saja yang telah, sedang, dan akan terjadi di perusahaan serta system utamanya. Output informasi digunakan oleh orang dalam perusahaan yang membuat keputusan untuk memecahkan berbagai masalah organisasi.

C.   Perkembangan Sistem Informasi Manajemen (Elva dkk, 2013)
Konsep sistem informasi telah ada sebelum munculnya komputer. Sebelum pertengahan abad ke-20, pada saat itu masih digunakan kartu punch, pemakaian komputer terbatas pada aplikasi akuntansi yang kemudian dikenal sebagai sistem informasi akuntansi. Namun demikian para pengguna – khususnya di lingkungan perusahaan masih mengesampingkan kebutuhan
informasi bagi para manajer. Aplikasi akuntansi yang berbasis komputer tersebut diberi nama pengolahan data elektronik (PDE).
Pada tahun 1964, komputer generasi baru memperkenalkan prosesorbaru yang menggunakan silicon chip circuitry dengan kemampuan pemrosesan yang lebih baik. Untuk mempromosikan generasi komputer tersebut, para produsen memperkenalkan konsep system informasi manajemen dengan tujuan utama yaitu aplikasi komputer adalah untuk menghasilkan informasi bagi manajemen. Ketika itu mulai terlihat jelas bahwa komputer mampu mengisi
kesenjangan terhadap alat bantu yang mampu menyediakan informasi manajemen. Konsep SIM ini dengan sangat cepat diterima oleh beberapa perusahaan dan institusi pemerintah dengan skala besar seperti Departemen Keuangan ( saat ini Kementerian Keuangan) khususnya untuk menangani pengelolaan anggaran, pembiayaan dan penerimaan negara.Namun demikian, para pengguna yang mencoba SIM pada tahap awal menyadari bahwa penghalang terbesar justru datang dari para lapisan manajemen tingkat menengah atas.
Perkembangan konsep ini masih belum mulus dan banyak organisasi mengalami kegagalan dalam aplikasinya karena adanya beberapa hambatan, misalnya:
1.    Kekurangpahaman tentang komputer oleh pengguna sistem informasi
2.    Kekurangpahaman spesialis bidang informasi tentang bisnis
3.    Relatif mahalnya harga perangkat computer serta terlalu berambisinya para pengguna yang yakin dapat membangun sistem informasi secara lengkap sehingga dapat mendukung semua lapisan manajer.

Sementara konsep SIM terus berkembang, Morton, Gorry, dan Keendari Massachussets Institute of Technology (MIT) mengenalkan konsepbaru yang diberi nama Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support Systems - DSS). DSS adalah sistem yang menghasilkan informasi Yang ditujukan pada masalah tertentu yang harus dipecahkan atau keputusan yang harus dibuat
oleh manajer.
Perkembangan yang lain adalah munculnya aplikasi lain, yaituOtomatisasi Kantor (office automation - OA), yang memberikan fasilitas untuk meningkatkan komunikasi dan produktivitas para manajer dan staf kantor melalui penggunaan peralatan elektronik.
Belakangan timbul konsep baru yang dikenal dengan nama Artificial Intelligence (AI), sebuah konsep dengan ide bahwa komputer bisadiprogram untuk melakukan proses logic menyerupai otak manusia. Suatu jenis dari AI yang banyak mendapat perhatian adalah Expert Systems (ES), yaitu suatu aplikasi yang mempunyai fungsi sebagaispesialis dalam area tertentu.Semua konsep di atas, baik PDE, SM, OA, DSS, EIS, maupun AI merupakan aplikasi
pemrosesan informasi dengan menggunakan komputer dan bertujuan menyediakan informasi untuk pemecahan masalah dan pengambilan keputusan (Sutono, 2007).

D.   Peranan Sistem Informasi Manajemen (Elva dkk, 2013)
O’ Brien ( 2005) menyebutkan bahwa sistem informasi memiliki tiga peranan penting untuk sebuah perusahaan yaitu :
a)    Mendukung proses bisnis
Dengan adanya sistem informasi, maka semua kegiatan operasional dalam suatu perusahaan agar terasa lebih mudah karena sistem informasi akan mendukung semua kegiatan proses bisnis secara keseluruhan sehingga data- data yang penting milik perusahaan akan tersusun dengan rapi dan baik di pendataan system informasi perusahaan tersebut.

b)   Mendukung pengambilan keputusan pegawai dan manajer
Sistem Informasi juga dapat mempengaruhi seorang manajer ataupun pegawai dalam mengambil suatu keputusan. Keputusan yang diambil oleh manajer dan pegawai akan di dukung dengan adanya sistem informasi berupa informasi yang dibutuhkan dalam mengambil keputusan agar keputusan yang diambil tidak merugikan orang lain atau kedua belah pihak.

c)    Mendukung berbagai strategi untuk keunggulan kompetitif
Perusahaan berusaha menghasilkan produk atau jasa sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pelanggannya dan mendapatkan keuntungan lebih banyak dibanding dengan pesaingnya. Perusahaan bisa mendapatkan keuntungan ini dengan berbagai strategi, misalnya menyediakan barang dan jasa dengan harga lebih murah dan bermutu dibanding pesaing.
Tidak dapat dipastikan bahwa perusahaan dapat mencapai keunggulan dalam persaingan melalui penggunaan sumberdaya konseptualnya. Dalam bidang system informasi, keunggulan kompetitif mengacu pada penggunaan informasi untuk meningkatkan pangsa pasar. Satu hal yang penting harus disadari, manager perusahaan menggunakan sumberdaya fisik dan konseptual untuk mencapai tujuan strategis perusahaan.
Sistem informasi menurut O’Brien (2005) :
a)    Area fungsional utama yang mendukung keberhasilan bisnis, seperti fungsi akuntansi, keuangan, manajemen operasional, pemasaran dan manajemen sumber daya manusia.
b)    Kontribusi penting dalam efisiensi operasional, produktivitas, dan moral pegawai serta layanan kepuasan pelanggan.
c)    Sumber utama informasi dan dukungan yang dibutuhkan untuk menyebarluaskan pengambilan keputusan yang efektif oleh manajer dan praktisi bisnis.
d)    Komponen penting dari sumber daya, infrastruktur, dan kemampuan perusahaan bisnis membentuk jaringan.

E.   Peran Dasar Sistem Informasi dalam Bisnis (Elva dkk, 2013)
Terdapat tiga alasan mendasar untuk semua aplikasi bisnis dalam teknologi informasi. Mereka dapat dirumuskan dalam tiga peran penting yang dapat dilakukan sistem informasi untuk sebuah perusahaan bisnis. Berikut adalah tiga peran penting tersebut :
1.    Mendukung proses dan operasi bisnis
Sebagai seorang pelanggan, anda harus berhubungan secara teratur dengan system informasi yang mendukung proses dan operasi bisnis di banyak took dan ritel tempat anda berbelanja. Contohnya, kebanyakan took ritel kini menggunakan sistem informasi berbasis komputer untuk membantu mereka mencatat pembelian pelanggan, penelusuran persediaan, membayar pegawai, membeli barang dagangan baru dan lain sebagainya. Operasi toko akan mati jika tidak ada dukungan dari sitem informasi semacam ini.


2.    Mendukung pengambilan keputusan para pegawai dan manajernya
Sistem informasi juga membantu para manajer took dan praktisi bisnis lainnya untuk membuat keputusan yang lebih baik. Contohnya, keputusan mengenai lini barang dagangan apa yang perlu ditambah atau dihentikan, atau mengenal jenis investasi apa yang mereka butuhkan, biasanya dibuat setelah sebuah analisis diberikan sistem berbasis komputer

3.    Mendukung berbagai strategi untuk keunggulan kompetitif
Sistem informasi dapat mendukung berbagai staretegi untuk keunggulan kompetitif dimana dengan adanya adanya sistem informasi dapat mengetahui kompetitor kita serta hal-hal apa saja yang dilakukan untuk dapat bersaing dengan kompetitor yang dimana memanfaatkan teknologi informasi saat ini. Contohnya, kita ingin mengetahui harga suatu produk di pasaran berada pada kisaran harga berapa, dengan kita memanfaatkan sistem informasi kita dapat mengetahui harga pasaran dan peluang serta potensi kita dalam melakukan bisnis tersebut.

F.    Tujuan Sistem Informasi Manajemen
1.    Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
2.    Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
3.    Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.

Ketiga tujuan tersebut menunjukkan bahwa manajer dan pengguna lainnya perlu memiliki akses ke informasi akuntansi manajemen dan mengetahui bagaimana cara menggunakannya. Informasi akuntansi manajemen dapat membantu mereka mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi kinerja (informasi akuntansi dibutuhkan dan dipergunakan dalam semua tahap manajemen, termasuk perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan).





















BAB III
Tinjauan Umum Perusahaan dan Metode

A.   Profil Perusahaan
1.    Sejarah PT POS INDONESIA (Anonim, 2014)
Sejarah mencatat keberadaan Pos Indonesia begitu panjang, Kantorpos pertama didirikan di Batavia (sekarang Jakarta) oleh Gubernur Jenderal G.W Baron van Imhoff pada tanggal 26 Agustus 1746 dengan tujuan untuk lebih menjamin keamanan surat-surat penduduk, terutama bagi mereka yang berdagang dari kantor-kantor di luar Jawa dan bagi mereka yang datang dari dan pergi ke Negeri Belanda. Sejak itulah pelayanan pos telah lahir mengemban peran dan fungsi pelayanan kepada publik.Setelah Kantorpos Batavia didirikan, maka empat tahun kemudian didirikan Kantorpos Semarang untuk mengadakan perhubungan pos yang teratur antara kedua tempat itu dan untuk mempercepat pengirimannya. Rute perjalanan pos kala itu ialah melalui Karawang, Cirebon dan Pekalongan.
Pos Indonesia telah beberapa kali mengalami perubahan status mulai dari Jawatan PTT (Post, Telegraph dan Telephone). Badan usaha yang dipimpin oleh seorang Kepala Jawatan ini operasinya tidak bersifat komersial dan fungsinya lebih diarahkan untuk mengadakan pelayanan publik. Perkembangan terus terjadi hingga statusnya menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel). Mengamati perkembangan zaman dimana sektor pos dan telekomunikasi berkembang sangat pesat, maka pada tahun 1965 berganti menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos dan Giro), dan pada tahun 1978 berubah menjadi Perum Pos dan Giro yang sejak ini ditegaskan sebagai badan usaha tunggal dalam menyelenggarakan dinas pos dan giropos baik untuk hubungan dalam maupun luar negeri. Selama 17 tahun berstatus Perum, maka pada Juni 1995 berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Pos Indonesia (Persero).

Dengan berjalannya waktu, Pos Indonesia kini telah mampu menunjukkan kreatifitasnya dalam pengembangan bidang perposan Indonesia dengan memanfaatkan insfrastruktur jejaring yang dimilikinya yang mencapai sekitar 24 ribu titik layanan yang menjangkau 100 persen kota/kabupaten, hampir 100 persen kecamatan dan 42 persen kelurahan/desa, dan 940 lokasi transmigrasi terpencil di Indonesia. Seiring dengan perkembangan informasi, komunikasi dan teknologi, jejaring Pos Indonesia sudah memiliki lebih dari 3.800 Kantorpos online, serta dilengkapi electronic mobile pos di beberapa kota besar. Semua titik merupakan rantai yang terhubung satu sama lain secara solid & terintegrasi. Sistem Kode Pos diciptakan untuk mempermudah processing kiriman pos dimana tiap jengkal daerah di Indonesia mampu diidentifikasi dengan akurat.





1.1 Visi dan Misi PT POS INDONESIA

Visi:
Menjadi pemimpin pasar di Indonesia dengan menyediakan layanan suratpos, paket, dan logistik yang handal serta jasa keuangan yang terpercaya.

Misi:
1.    Berkomitmen kepada pelanggan untuk menyediakan layanan yang selalu tepat waktu dan nilai terbaik
2.    Berkomitmen kepada karyawan untuk memberikan iklim kerja yang aman, nyaman dan menghargai kontribusi
3.    Berkomitmen kepada pemegang saham untuk memberikan hasil usaha yang menguntungkan dan terus bertumbuh
4.    Berkomitmen untuk berkontribusi positif kepada masyarakat.
5.    Berkomitmen untuk berperilaku transparan dan terpercaya kepada seluruh pemangku kepentingan.
        
Produk Pos
·             Kiriman Internasional
·             Filateli
·             Hybrid Mail
·             Ritel
·             Logistik
·             Keuangan
·             Paket Pos
·             Surat Pos


B.   Aplikasi Utama E-business
Aplikasi-aplikasi utama e-business dan hubungannya satu sama lain diringkas dalam arsitektur perusahaan. Aplikasi-aplikasi ini terintegrasi lintas fungsi perusahaan, contohnya seperti Enterprise Resource Planning (ERP), Manajemen Hubungan Pelanggan/ Customer Relationship Management (CRM), dan Manajemen Rantai Pasokan/ Supply Chain Manajemen(SCM), Enterprise Aplication Integration (EAI), Transaction Processing Systems(TPS), Enterprise Collaboration System (ECS).

a)    Sistem Enterprise Resource Planning (ERP)
Sistem informasi ERP (Entreprise Resource Planning) merupakan suatusistem informasi yang diperuntukkan bagi perusahan manufaktur maupun jasa yang berperan mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi maupun distribusi di perusahaan bersangkutan.
b)   Sistem Customer Relationship Management (CRM)
Sistem CRM adalah suatu sistem, metodologi, strategi, perangkat lunak(software) dan aplikasi berbasis web yang mampu membantu sebuah perusahaan untuk mengelola hubungannya dengan para pelanggan. CRM terdiri atas tiga unsur pokok yaitu manusia, teknologi dan proses.

c)    Sistem Supply Chain Management (SCM)
Sistem SCM adalah suatu sistem, metodologi, strategi, perangkat lunak(software) dan aplikasi berbasis web yang mampu membantu sebuah perusahaan untuk mengelola hubungannya dengan para pemasok.

d)   Sistem Enterprise Application Integration (EAI)
Software EAI memungkinkan para pemakai membuat model berbagai proses bisnis yang dilibatkan dalam interaksi yang harus terjadi antar aplikasi bisnis. EAI juga menyediakan middleware yang melakukan konversi dan koordinasi data, komunikasi aplikasi dan layanan pesan, serta akses ke berbagai interface aplikasi yang terlibat. Jadi, software EAI dapat mengintegrasikan berbagai kelompok aplikasi perusahaan dengan memungkinkan user bertukar data sesuai dengan peraturan dari model proses bisnis yang dikembangkan oleh user.

e)    Sistem Transaction Processing Systems (TPS)
TPS adalah sistem informasi lintas fungsi yang memproses data dariterjadinya transaksi bisnis. Transaksi adalah berbagai kegiatan yang terjadi sebagai bagian dari aktivitas bisnis, seperti penjualan, pembelian, penyimpanan, penarikan, pengembalian dan pembayaran.

f)     Sistem Enterprise Collaboration System (ECS)
ECS adalah sistem informasi lintas fungsi yang meningkatkan komunikasi,koordinasi, dan kerjasama antar anggota tim bisnis dan kelompok kerja. Teknologi informasi, terutama teknologi Internet, memberikan berbagai alat untuk membantu perusahaan bekerjasama untuk mengomunikasikan berbagai ide, berbagi sumber daya dan mengkoordinasikan usaha kegiatan kerjasama sebagai anggota dari proses formal dan informal, tim proyek, dan kelompok kerja yang membentuk organisasi.


C.   Metode Penelitian
Metode penilitian ini adalah metode Kualitatif dengan studi literature dalam bidang keilmuan Manajemen System Information (MIS) dan Information Technology (IT). Disamping itu berdasarkan pengalaman serta pengamatan langsung pada objek penelitian PT.Pos Indonesia. Dan pada unit analisis Departemen/ bagian MIS/EDP.





BAB IV
Result & Discussion

A.   SIM Yang Akan Dikomunikasikan
Sistem Electronic Business PT Pos Indonesia (Persero) E-Business merupakan salah satu bisnis dengan prospek besar dan Pos telah memiliki kompetensi di bidang ini, antara lain:

a)    Aplikasi Enterprise Resource Planning (ERP)
PT. Pos Indonesia (Persero) memanfaatkan sistem ERP ini pada operasi jasa dan distribusi, dengan mempertimbangkan pengoprasian perusahaan pada proses internal melalui manajemen sumber daya manusia perusahaan, akuntansi, keuangan, logistik dan distribusi secara tepat waktu.
ERP dibutuhkan perusahaan untuk bisa mendapatkan efisiensi, kecepatan, dan responsivitas yang dibutuhkan dalam mencapai keberhasilan di lingkungan bisnis yang dinamis saat ini.
Beberapa contoh aplikasi ERP pada PT. Pos Indonesia adalah untuk
mendukung:
·         IT (Information Technology)
Teknologi Informasi sangat penting dalam pelaksanaan kegiatan di karena adanya pengintegrasian berbagai proses dan entitas bisnis. Esensi dari pengintegrasian tersebut adalah melakukan share terhadap informasi yang dimiliki dan dihasilkan oleh berbagai pihak. Sebagai contoh adalahpengembangan jaringan sebagai alatpenunjang kinerja dari produk-produk EBusiness. Hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan IT adalah scaleable solution & open system, ini diperlukan agar sistem setiap saat dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Dalam hal keterkaitan dengan proses bisnis, maka ketepatan IT yang digunakan akan mendorong/menentukan proses bisnis yang excellent.

·         Business Process / Proses Bisnis
Proses bisnis merupakan nilai pembeda (distinction) yang menciptakankeunggulan bersaing. Proses bisnis dalam E-Business sangat kental diwarnai oleh IT untuk menghasilkan mutu layanan yang akurat dan excellent. Sebuah proses bisnis yang baik, tentunya selain didukung dengan IT juga harus didukung oleh SDM yang berkompeten dan equipment yang sesuai dengan proses bisnis yang bertalian. Peran SDM tidak saja ditentukan oleh kemampuan teknis semata melainkan juga perilaku yang mencerminkan kerja keras, mandiri, jujur dan teamwork oriented.


·         Perfomance Standard / Standar Kinerja
Untuk dapat masuk dan bertahan dalam suatu bisnis minimal harus memiliki standar output yang sama dengan dengan standar yang berlaku umum di industri. Beberapa performance standard yang berlaku umum tidak terlepas dari faktor-faktor accuracy, speed, efficiency, dan flexibility.

·         Targeting
Arahan penggunaan pasar diarahkan berasarkan STP :
Segmentasi
Pembagian segmentasi dilakukan berdasarkan lingkup bisnis serta sumber daya yang ada di lingkup bisnis PT. Pos Indonesia :
·         Lingkup Nasional
·         Lingkup UPT
·         Lingkup Wilpos

Targeting
Targeting pembagian bisnis mengarah pada lingkup arahan target yang potensial.
·         Target para pelaku Bisnis
Bagi para pelaku bisnis mengarah pada private sector yaitu sektor swasta dan bisnis yang berorientasi pada profit.
·         Target Government
Untuk target lingkup pemerintah target mengarah pada lembaga pemerintahan, serta mengarah pada instansi pemerintahan. Untuk yang lain target juga terfokus pada perusahaan Nirlaba.
·         Individu
Arahan tertarget pada perseorangan seperti constumer individu serta para pengguna teknologi informasi seperti ICT (Information, Communication, Technology).

b)   Aplikasi Customer Relationship Management (CRM)
PT. Pos Indonesia (Persero) memanfaatkan sistem CRM secara cukup intensif. Antara lain pemanfaatannya adalah untuk mengelola program-program dibawah ini:
·         Program e-fila.com. Khususnya dalam forum filateli. Selainmenguntungkan pelanggan, program ini juga menguntungkan PT. Pos Indonesia (Persero), karena dengan demikian dapat mengetahui perilaku pelanggan, melakukan perbaikan berdasarkan masukan dari pelanggan, merespon permintaan atau keluhan pelanggan dengan cepat dan terarah.
·         Program Kontak Kami, yakni bagi pelanggan yang inginmenyampaikan komentar, kritik, saran, pertanyaan atau pengaduan kiriman, kepada pihak perusahaan.
·         Program Jejak Pendapat sebagai sarana untuk berkomunikasidengan PT. Pos Indonesia tentang kiriman maupun informasi Jasa pos Indonesia,yakni melalui Email, Facebook dan Twitter, yang dapat diakses secara langsung dari website PT Pos Indonesia.

c)    Aplikasi Supply Chain Management (SCM)
PT. Pos saat ini memiliki outlet belanja produk–produk lengkap khasIndonesia secara online yang bernama Plaza Pos yang dapat diakses melalui alamat website www.plazapos.com. Serta memiliki program e-fila.com yang menjual produk perangko Indonesia.

PT. Pos Indonesia memanfaatkan sistem SCM untuk mengelola akun-akun pemasoknya. Pemasok-pemasok utama yang telah diisyaratkan mempunyai pengetahuan memadai mengenai sitem informasi dan internetworking, serta mempunyai akses jaringan yang baik, dapat memantau data dan kegiatan pasokan mereka secara online dan realtime. Sedangkan pemasok konvensional yang masih menggunakan telepon atau cash and carry dikelola datanya oleh karyawan mitra utama, dimana transaksi dilakukan.
PT. Pos Indonesia melakukan sosialisasi mengenai program SCM inikepada para pemasok, dan menjelaskan berbagai nilai tambah (added value) antara lain membantu para pemasok mengatur transaksi, adanya prediksi kebutuhan PT. Pos Indonesia yang lebih akurat, dan diperluasnya jaringan kerja dari para pemasok.

d)   Aplikasi Integrasi Perusahaan/ Enterprise Application Integration(EAI)
Aplikasi EAI pada PT. Pos Indonesia salah satunya adalah pada layananPlaza Pos yakni pelanggan diminta untuk mengisi Member Area, lalu melakukan submit. Dengan demikian, perusahaan mengetahui informasi pelanggan yang mengunjungi Plaza Pos.

Contoh lain adalah dalam sistem pembelian pelanggan pada program PlazaPos, yang akan membuat permintaan elektronik, setelah permintaan tersebut disetujui secara online oleh pelanggan, pesanan pembelian yang dibuat oleh komputer akan melintas di internet kembali ke perusahaan PT Pos Indonesia.

e)    Aplikasi Sistem Pemrosesan Transaksi/ Transaction Processing Systems(TPS)
Sistem Pemrosesan Transaksi di PT. Pos Indonesia mendukung program Plaza Pos, contohnya dalam akses pembayaran secara online, yakni aktivitas pemrosesan transaksi dibutuhkan untuk menangkap dan memproses data pelanggan, hingga transaksi pembayaran belanjanya melalui jaringan internet.

f)     Aplikasi Sistem kerjasama Perusahaan/ Enterprise CollaborationSystem (ECS)
Sistem kerjasama perusahaan pada PT. Pos Indonesia contohnya dalam hubungan Kemitraan. Kemitraan merupakan kebutuhan yang mendasar dalam aktivitas Probis E-Business, karena hampir tidak mungkin aktivitas bisnis dapat dijalankan tanpa kemitraan. Sebagai contoh dalam aktivitas Limited Communication Technology Services (eCom) dimana dalam pelaksanaan diperlukan adanya beberapa kerjasama terhadap perusahaan yang menggunakan jaringan PTSN, CDMA, GSM maka mutlak diperlukan kemitraan dengan pihak perusahaan itu.

B.   Kelebihan dan Kelemahan SIM Pada Perusahaan PT Pos Indonesia (Siti Hadijah, 2016)

Kelebihan sistem informasi pada perusahaan PT Pos Indonesia adalah sebagai berikut:
1.    Jika dibandingkan dengan perusahaan pengiriman barang lainnya, maka tarif yang dikenakan oleh Pos Indonesia lebih terjangkau dan bisa bersaing dengan baik dengan perusahaan lainnya.
2.    Pos Indonesia memiliki jangkauan pengiriman yang sangat luas, bahkan menjadi yang terluas di antara yang lainnya, sebab Pos Indonesia bahkan bisa mencapai pelosok dan pedalaman yang jarang diakses oleh perusahaan lainnya.
3.    Pos Indonesia juga telah memiliki layanan online sejak tahun 2010 dan bisa diakses dengan mudah untuk berbagai kepentingan lainnya.
4.    Kantor pos terdapat di hampir setiap kecamatan di seluruh Indonesia, dan ini menjadi jaminan jangkauannya yang luas dan menjadi yang terbaik

Kelemahan sistem informasi pada perusahaan PT Pos Indonesia adalah sebagai berikut:
1.    Kurangnya sarana promosi, sehingga orang jauh lebih mengenal perusahaan swasta lainnya sebagai perusahaan pengiriman barang.
2.    Sebagian besar orang lebih mengenal dan mengingat Pos Indonesia sebagai perusahaan pengiriman surat dan uang, bukan sebagai perusahaan pengiriman barang.
3.    Pelayanannya terkadang kurang cepat dan tepat waktu, jika dibandingkan dengan perusahaan pengiriman barang lainnya.

C.   Rekomendasi Untuk Mengatasi Kelemahan – Kelemahan Sistem Informasi Pada PT Pos Indonesia Yang Akan Datang
1.    Mengedepankan kualitas pelayanan. Seperti : kualitas, layanan, kecepatan, dan fleksibilitas.
2.    Dapat memilih strategi untuk pasar yang lebih focus dan perlu memasukkan segmen pasar yang baru untuk dapat meningkatkan market share nya.





BAB IV
PENUTUP

A.   Kesimpulan
1.    Sistem Electronic Business yang dirancang PT. Pos Indonesia (Persero)mampu meningkatkan praktek bisnis jasa dan pemasarannya secara global.
2.    Perangkat Electronic Business mendukung pola interaksi perusahaan PT.Pos (Persero) dengan pelanggan, pemasok, dan karyawannya.
3.    Sistem Electronic Business yang dirancang PT. Pos Indonesia (Persero) mampu menunjang perkembangan industri jasa pengiriman dan belanjasecara online produk kerajinan khas Indonesia di berbagai daerahIndonesia bahkan ke mancanegara.

B.   Saran
Berdasarkan pengamatan yang penulis lakukan selama ini, maka pada kesempatan ini penulis mencoba menyusun saran, walaupun penulis menyadari  bahwa saran yang penulis kemukakan ini masih jauh dari kesempurnaan. Namun  penulis berharap agar saran ini nantinya dapatdijadikan bahan pertimbangan yang mungkin berguna dikemudian hari. Saran tersebut adalah:
1.    Untuk mendapatkan informasi tentang kedatangan paket, customer bisa mencarinya pada daftar buku manualyang telahdisediakan. Namun penulis ingin memberikan saran untuk menambahkan denah yang sesuai dengan nomor Resi paket pada komputer informasi, sehingga pencarian kedatangan paket akan semakin mudah terutama untuk customer.
2.    Seharusnya ditambah rak untuk menaruh paket pos,sehingga jenis paket pos yang sangat banyak itu menjadilebih mudah dalam men-display, karena selama ini penulis perhatikan paket pos yang mudah rusak seperti bala pecahpaling sulit untuk diperbaiki (di-display).
3.    Dalam memberikan label atau pelabelan pada paket pos diusahakan pihak labeler menempelkannya pada paket pos bukan pada plastik pembungkus paket karena customer sering membuka bungkus plastik paket pos dan tidak memperhatikan bahwa padaplastik pembungkus tersebut tertempellabel paket  pos. tanpa sepengetahuan petugas pos, customer langsung membawa paket pos dan tidak membawa labelke loket sehingga hal ini menyebabkan keterlambatan  pada waktu pembayaran diloket. Karena kasir harus menyediakan ulang kembali label tersebut terlebih dahulu.
4.    Dalammelakukan pemindahan paket pos ke rak lain hendaknya petugas pos tidak lupa melakukan elord (electronic order) pada komputer informasi,sehingga informasi mengenai paket pos (letak) yang ada dikomputer informasi sesuai dengan keadaan.
5.    Dengan memanfaatkan teknologi komputer yang terus berkembang. Penulis menyarankan untuk menggunakan fasilitas internet dalam menjalin hubungan dengan pemasok.


DAFTAR PUSTAKA

1.    Anonim, 2014. http://www.posindonesia.co.id/index.php/sejarah-pos/  (10 Oktober 2017, 10.31)




5.    O’brien, James A. 2005. Introduction to Information System. Mc Grow Hill: USA

6.    Oetomo, Budi. 2001. Perspektif e-Business: Tinjauan Teknis, Manajerial, dan
7.    Strategi. Penerbit Andi Yogyakarta: Yogyakarta.


1 komentar:

  1. malam mba boleh minta software apa aja yang digunakan di kantor pos gak,buat bahan skripsi saya soalnya saya nyari nyari gak ada nnya ke staff TSI gak di kasih tau.terimakasih

    BalasHapus