|
|
SISTEM INFORMASI
MANAJEMEN
Implementasi Sistem Informasi Pada
PT Pos Indonesia
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Disusun Oleh :
Aprilia Wahyu Perdani (43116110355)
|
|
|
Dosen Pengampu :
Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA
PROGRAM
STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS
EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS
MERCU BUANA
JAKARTA
2017
|
|
|
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis
panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas karuniaNya-lah penulis
masih diberi kesehatan dan dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Sistem
Informasi Manajemen pada PT. POS Indonesia“. Makalah ini disusun dalam rangka
memenuhi salah satu tugas dari dosen mata kuliah Manajemen Sistem Informasi
Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA
Makalah ini disusun
dengan tujuan untuk menambah refesensi mahasiswa maupun siapa saja yang ingin
memahami evaluasi tentang sistem informasi manajemen pada PT. POS Indonesia.
Dalam penulisan
makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya
kepada Dosen kami yang telah memberikan tugas dan petunjuk kepada kami,
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini.
Makalah ini masih
jauh dari sempurna. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang
sifatnya membangun dari pembaca demi penyempurnaan makalah selanjutnya. Besar
harapan penulis semoga karya tulis ini bermanfaat bagi kita semua.
Jakarta, Oktober 2017
Penulis
Aprilia Wahyu Perdani
Abstrak
Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan bidang
ilmu yang semakin berkembang. Perkembangan bidang ini semakin cepat dan penting
untuk diterapkan dalam setiap organisasi. Perkembangan ilmu
teknologi sekarang ini semakin maju dan pesat, yang tidak terlepas dari jasa
informasi dan komputer. Kemajuan tersebut juga berpengaruh pada persaingan
bisnis.
Sebagai upaya untuk meningkatkan kecepatan dalam pelayanan terhadap
konsumen dan untuk memonitoring logistic, PT Pos Indonesia membentuk jaringan
komputer antar bagian yaitu, bagian informasi, administrasi, dan supervisor
logistik. Meskipun pada setiap bagian tersebut terdapat program computer yang
sama, namun program computer pada masing – masing bagian tersebut hanya
diaktifkan sesuai dengan kebutuhan setiap bagian.
Dengan memanfaatkan teknologi computer yang terus berkembang, sebaiknya
lebih di tunjang dengan fasilitas internet dalam menjalin hubungan dengan
pelanggan serta untuk mendapatkan informasi tentang kedatangan paket yang lebih
cepat.
Keyword: Sistem
informasi, PT Pos Indonesia
BAB I
Pendahuluan
A.
Latar Belakang
Peran Sistem Informasi Manajemen akan lebih terasa
bagi perusahaan-perusahaan besar. Bagi perusahaan-perusahaan besar, kebutuhan
untuk mengumpulkan data dan informasi secara skala besar dan dalam waktu yang
cepat lebih dirasakan kepentinganya berbanding dengan perusahaan-perusahaan
menengah apalagi kecil.
PT.POS Indonesia pada awalnya bergerak dibidang
pengiriman surat yg sangat diperlukan bagi masyarakat Indonesia pada saat itu
yang ingin berkomunikasi tanpa terhalang jarak yg berjauhan walaupun makan
waktu dalam hal pengirimannya Namun seiring dengan perkembangan teknologi
informasi diera globalisasi ini misalnya dengan hadirnya telpon,pager &
handphone maka masyarakat Indonesia mulai meninggalkan tradisi saling mengirim
surat . Sehingga, PT.POS mulai melebarakan sayapnya di bidang pengiriman barang
Belakangan ini, PT.POS mulai tersaingi dengan hadirnya perusahaan asing yang
bergerak dalam bidang jasa pengiriman barang seperti TIKI. Karena, PT.POS
Indonesia merupakan salah satu perusahaan terbesar diindonesia maka dengan
mengambil proyek Sisem Informasi PT.POS ini dengan harapan agar masyarakat
Indonesia lebih mencintai perusahaan dalam negri dan menggunakan jasa PT.POS Indonesia.
Banyak perusahaan di Indonesia sekarang dituntut untuk
mempersiapkan diri dengan berbagai perangkat e-business sebagai bagian baru
dari pola interaksinya dengan pelanggan, pemasok, dan karyawan. Salah satunya
adalah PT. Pos Indonesia (Persero), sebagai perusahaan jasa pengiriman ternama
di Indonesia. Perkembangan teknologi khususnya ICT (Information,
Communication,Technology) yang demikian pesat, menjadi suatu ancaman sekaligus
opportunity business bagi Pos saat ini dan di masa depan.
B. Rumusan
Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka
rumusan masalah yang akan kami bahas antara lain :
1. Mengapa kita perlu mempelajari Sistem Informasi
Manajemen ?
2. Bagaimana sejarah terciptanya Sistem Informasi
Manajemen?
3. Apa tujuan diciptakannya Sistem Informasi Manajemen?
4. Bagaimana Implementasi atau penerapan Sistem Informasi
dalam perusahaan?
C. Tujuan
Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui seberapa
penting sistem informasi manajemen dalam bisnis. mengembangkan sistem layanan
terpadu yang diimplementasi melalui E-bisnis PT Pos Indonesia (Persero) yaitu
sebagai penyedia layanan inovasi berbasis teknologi informasi, yang mudah,
aman, dan memberikan nilai tambah tinggi bagi pelanggan.
BAB II
Tinjauan Pustaka
Sistem berasal dari
bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) yang berarti suatu kesatuan
yang terdiri komponen yang dihubungkan bersama untuk memudahkanaliran
informasi, materi atau energi. Sedangkan informasi adalah proses lebih lanjut
dari data yang memiliki arti bagi pengguna untuk pengambilan keputusan. Jadi,
sistem informasi dapat dikatakan sebagai sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri
dari komponen dalam organisasi untuk mnyajikan informasi bagi pengguna.
Sistem informasi
manajemen mempunyai pengertian sebagai suatu metode formal untuk menyediakan
informasi yang akurat dan tepat waktu bagi manajemen, yang diperlukan untuk
mempermudah proses pengambilan keputusan dan memungkinkan fungsi-fungsi
perencanaan, pengendalian dan operasional organisasi yang bersangkutan dapat
dilakukan secara efektif (Stoner JAF., 1991).
Sistem informasi
manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya
terdiri dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status, dan
sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam
mendukung operasi manajemen sehari-hari. Lapisan ketiga terdiri dari sumber
daya sistem informasi untuk membantu perencanaan dan pengambilan keputusan
untuk pengendalian manajemen. Lapisan puncak terdiri dari sumber daya informasi
utnuk mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat manajemen
(Head,1967).
Sebuah sistem terpadu haruslah terdapat
hubungan antara data dan pengolahan. Hubungan atau integrasi data dicapai
melalui “data base”. Pada sebuah sistem pengolahan informasi, “data base”
terdiri dari semua data yang dapat dijangkau oleh sistem. Pada SIM istilah
“data base” biasanya dipakai khusus untuk data yang dapat dijangkau secara
langsung oleh komputer. Manajemen sebuah “data base” adalah sebuah sistem
perangkat lunak komputer yang disebut sebagai sebuah sistem manajemen “data
base”.
Model-model pembantu
keputusan yang dipakai dalam sistem dapat berupa model cerdas (intelligence
model) untuk menemukan persoalan, model keputusan (decision model) utnuk
mengenali dan menganalisis penyelesaian yang mungkin, dan berbagai model
pilihan seperti model optimisasi (optimization model) yang memberikan suatu
penyelesaian optimal atau metode pemuas untuk memutuskan sebuah penyelesaian
yang memuaskan. Dengan kata lain, diperlukan berbagai rancangan analitis dan
permodelan untuk memenuhi berbagai situsi yang memerlukan keputusan.
Kemajuan komputer
sangatlah mendukung dalam proses pengolahan data. Pemrosesan data elektronik
(Electronic DataProcessing disingkat EDP) adalah metode dalam suatu pemrosesan
data komersial. Sebagai bagian dari teknologi informasi, EDP melakukan
pemrosesan data secara berulang kali terhadap data yang sejenis dengan bentuk
pemrosesan yang sederhana. Selain itu, pengertian Electronic Data Processing (
EDP ) secara umum adalah penggunaan metode otomatis dalam pengolahan data
komersil.
Perkembangan EDP
kemudian berkembang menjadi konsep Computer Based Information System (CBIS)
atau Sistem Informasi Berbasis Komputer yang merupakan suatu sistem pengolah
data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu
alat bantu pengambilan keputusan.Sistem Informasi “berbasis komputer”
mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem
pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya, sistem
informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan
akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya.
Sistem informasi
manajemen atau disingkat dengan SIM menjadi tolak ukur keputusan organisasi
atau kelompok. Melalui sistem informasi manajemen, sebuah bidang pekerjaan yang
menyangkut analisis manajemen dapat diselesaikan. Dibalik perlunya ilmu sistem
informasi manajemen, ada tujuan pentingnya penggunaan ilmu tersebut. Tiga
tujuan penting yang harus dicermati dari sistem informasi antara lain untuk
perhitungan harga, perencanaan, serta pengambilan dari keputusan. Dengan
memegang tiga tujuan tersebut, maka analisis yang dilakukan dapat dikerjakan
dan ditemukan penyelesaiannya. Ilmu sistem informasi manajemen terbilang dapat
diterapkan secara luas. Tidak hanya dari manajemen sendiri, dapat pula dipelajari
dalam ilmu kedokteran, pendidikan, industri, dan lainnya. Berbicara mengenai
pengertian mengenai sistem informasi manajemen
itu sendiri, sebenarnya sudah ada sejak tahun enam puluhan. Namun karena
perkembangan ilmu pengetahuan, maka terjadilah perkembangan definisi atau
pengertian mengenai sistem informasi manajemen. Dan berikut tiga pengertian
yang dijabarkan berbeda dengan inti yang sama.
Sebuah sistem
informasi manajemen, atau SIM, adalah sebuah sistem informasi yang selain
melakukan semua pengolahan transaksi yang perlu untuk sebuah organisasi, juga
memberi dukungan informasi dan pengolahan untuk fungsi manajemen dan
pengambilan keputusannya. Gagasan sebuah sistem informasi yang demikian itu
telah ada sebelum munculnya komputer.
namun komputer membuat gagasan tersebut
menjadi kenyataan. Organisasi selalu membutuhkan sistem-sistem untuk
mengumpulkan, mengolah, menyimpan, melihat kembali, dan menyalurkan informasi.
Komputer telah menambahkan sebuah teknologi baru dan ampuh pada system informasi.
Akibatnya sebuah sistem informasi berdasarkan komputer akan betul-betul berbeda
dengan sistem-sistem yang diolah secara manual atau elektro-mekanis. Dan suatu
organisasi yang sedang mengubah sistem informasi mereka dalam mengikuti
teknologi ini, dalam penerapannya sering kurang memahami sifat perubahan yang
sedang diadakan (Davis, 2002).
Sistem Informasi
Manajemen (SIM) didefinisikan sebagai sistem berbasis komputer yang menyediakan
informasi bagi para pengguna yang memiliki kebutuhan yang sama. Informasi adalah
data yang telah diolah sehingga lebih bermakna. Informasi juga biasanya
menyampaikan sesuatu yang baru dan belum diketahui oleh pengguna. Pengguna SIM
umumnya terdiri dari anggota organisasi-organisasi formal, seperti perusahaan
dan sub unitnya. Informasi menyampaikan apa saja yang telah, sedang, dan akan
terjadi di perusahaan serta system utamanya. Output informasi digunakan oleh
orang dalam perusahaan yang membuat keputusan untuk memecahkan berbagai masalah
organisasi.
C. Perkembangan Sistem Informasi Manajemen (Elva dkk, 2013)
Konsep sistem
informasi telah ada sebelum munculnya komputer. Sebelum pertengahan abad ke-20,
pada saat itu masih digunakan kartu punch, pemakaian komputer terbatas pada aplikasi
akuntansi yang kemudian dikenal sebagai sistem informasi akuntansi. Namun
demikian para pengguna – khususnya di lingkungan perusahaan masih
mengesampingkan kebutuhan
informasi bagi para manajer. Aplikasi
akuntansi yang berbasis komputer tersebut diberi nama pengolahan data
elektronik (PDE).
Pada tahun 1964,
komputer generasi baru memperkenalkan prosesorbaru yang menggunakan silicon
chip circuitry dengan kemampuan pemrosesan yang lebih baik. Untuk mempromosikan
generasi komputer tersebut, para produsen memperkenalkan konsep system informasi
manajemen dengan tujuan utama yaitu aplikasi komputer adalah untuk menghasilkan
informasi bagi manajemen. Ketika itu mulai terlihat jelas bahwa komputer mampu
mengisi
kesenjangan terhadap alat bantu yang mampu
menyediakan informasi manajemen. Konsep SIM ini dengan sangat cepat diterima
oleh beberapa perusahaan dan institusi pemerintah dengan skala besar seperti
Departemen Keuangan ( saat ini Kementerian Keuangan) khususnya untuk menangani
pengelolaan anggaran, pembiayaan dan penerimaan negara.Namun demikian, para pengguna
yang mencoba SIM pada tahap awal menyadari bahwa penghalang terbesar justru datang
dari para lapisan manajemen tingkat menengah atas.
Perkembangan konsep ini masih belum mulus dan
banyak organisasi mengalami kegagalan dalam aplikasinya karena adanya beberapa
hambatan, misalnya:
1.
Kekurangpahaman
tentang komputer oleh pengguna sistem informasi
2.
Kekurangpahaman
spesialis bidang informasi tentang bisnis
3.
Relatif
mahalnya harga perangkat computer serta terlalu berambisinya para pengguna yang
yakin dapat membangun sistem informasi secara lengkap sehingga dapat mendukung
semua lapisan manajer.
Sementara konsep SIM
terus berkembang, Morton, Gorry, dan Keendari Massachussets Institute of
Technology (MIT) mengenalkan konsepbaru yang diberi nama Sistem Pendukung Keputusan
(Decision Support Systems - DSS). DSS adalah sistem yang menghasilkan informasi
Yang ditujukan pada masalah tertentu yang harus dipecahkan atau keputusan yang
harus dibuat
oleh manajer.
Perkembangan yang
lain adalah munculnya aplikasi lain, yaituOtomatisasi Kantor (office automation
- OA), yang memberikan fasilitas untuk meningkatkan komunikasi dan
produktivitas para manajer dan staf kantor melalui penggunaan peralatan
elektronik.
Belakangan timbul
konsep baru yang dikenal dengan nama Artificial Intelligence (AI), sebuah
konsep dengan ide bahwa komputer bisadiprogram untuk melakukan proses logic menyerupai
otak manusia. Suatu jenis dari AI yang banyak mendapat perhatian adalah Expert Systems
(ES), yaitu suatu aplikasi yang mempunyai fungsi sebagaispesialis dalam area tertentu.Semua
konsep di atas, baik PDE, SM, OA, DSS, EIS, maupun AI merupakan aplikasi
pemrosesan informasi dengan menggunakan
komputer dan bertujuan menyediakan informasi untuk pemecahan masalah dan
pengambilan keputusan (Sutono, 2007).
D. Peranan Sistem Informasi Manajemen (Elva dkk, 2013)
O’ Brien ( 2005)
menyebutkan bahwa sistem informasi memiliki tiga peranan penting untuk sebuah
perusahaan yaitu :
a) Mendukung proses bisnis
Dengan adanya sistem
informasi, maka semua kegiatan operasional dalam suatu perusahaan agar terasa lebih
mudah karena sistem informasi akan mendukung semua kegiatan proses bisnis
secara keseluruhan sehingga data- data yang penting milik perusahaan akan
tersusun dengan rapi dan baik di pendataan system informasi perusahaan
tersebut.
b) Mendukung pengambilan keputusan pegawai dan manajer
Sistem Informasi juga
dapat mempengaruhi seorang manajer ataupun pegawai dalam mengambil suatu
keputusan. Keputusan yang diambil oleh manajer dan pegawai akan di dukung
dengan adanya sistem informasi berupa informasi yang dibutuhkan dalam mengambil
keputusan agar keputusan yang diambil tidak merugikan orang lain atau kedua
belah pihak.
c) Mendukung berbagai strategi untuk keunggulan kompetitif
Perusahaan berusaha
menghasilkan produk atau jasa sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pelanggannya
dan mendapatkan keuntungan lebih banyak dibanding dengan pesaingnya. Perusahaan
bisa mendapatkan keuntungan ini dengan berbagai strategi, misalnya menyediakan
barang dan jasa dengan harga lebih murah dan bermutu dibanding pesaing.
Tidak dapat dipastikan
bahwa perusahaan dapat mencapai keunggulan dalam persaingan melalui penggunaan
sumberdaya konseptualnya. Dalam bidang system informasi, keunggulan kompetitif
mengacu pada penggunaan informasi untuk meningkatkan pangsa pasar. Satu hal
yang penting harus disadari, manager perusahaan menggunakan sumberdaya fisik
dan konseptual untuk mencapai tujuan strategis perusahaan.
Sistem informasi menurut O’Brien (2005) :
a)
Area
fungsional utama yang mendukung keberhasilan bisnis, seperti fungsi akuntansi,
keuangan, manajemen operasional, pemasaran dan manajemen sumber daya manusia.
b)
Kontribusi
penting dalam efisiensi operasional, produktivitas, dan moral pegawai serta
layanan kepuasan pelanggan.
c)
Sumber
utama informasi dan dukungan yang dibutuhkan untuk menyebarluaskan pengambilan
keputusan yang efektif oleh manajer dan praktisi bisnis.
d)
Komponen
penting dari sumber daya, infrastruktur, dan kemampuan perusahaan bisnis
membentuk jaringan.
E. Peran Dasar Sistem Informasi dalam Bisnis (Elva dkk, 2013)
Terdapat tiga alasan mendasar untuk semua
aplikasi bisnis dalam teknologi informasi. Mereka dapat dirumuskan dalam tiga
peran penting yang dapat dilakukan sistem informasi untuk sebuah perusahaan
bisnis. Berikut adalah tiga peran penting tersebut :
1. Mendukung proses dan operasi bisnis
Sebagai seorang pelanggan, anda harus
berhubungan secara teratur dengan system informasi yang mendukung proses dan
operasi bisnis di banyak took dan ritel tempat anda berbelanja. Contohnya,
kebanyakan took ritel kini menggunakan sistem informasi berbasis komputer untuk
membantu mereka mencatat pembelian pelanggan, penelusuran persediaan, membayar
pegawai, membeli barang dagangan baru dan lain sebagainya. Operasi toko akan
mati jika tidak ada dukungan dari sitem informasi semacam ini.
2. Mendukung pengambilan keputusan para pegawai dan
manajernya
Sistem informasi juga
membantu para manajer took dan praktisi bisnis lainnya untuk membuat keputusan
yang lebih baik. Contohnya, keputusan mengenai lini barang dagangan apa yang
perlu ditambah atau dihentikan, atau mengenal jenis investasi apa yang mereka
butuhkan, biasanya dibuat setelah sebuah analisis diberikan sistem berbasis komputer
3. Mendukung berbagai strategi untuk keunggulan kompetitif
Sistem informasi
dapat mendukung berbagai staretegi untuk keunggulan kompetitif dimana dengan
adanya adanya sistem informasi dapat mengetahui kompetitor kita serta hal-hal
apa saja yang dilakukan untuk dapat bersaing dengan kompetitor yang dimana memanfaatkan
teknologi informasi saat ini. Contohnya, kita ingin mengetahui harga suatu
produk di pasaran berada pada kisaran harga berapa, dengan kita memanfaatkan sistem
informasi kita dapat mengetahui harga pasaran dan peluang serta potensi kita dalam
melakukan bisnis tersebut.
F. Tujuan Sistem Informasi Manajemen
1.
Menyediakan
informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan
tujuan lain yang diinginkan manajemen.
2.
Menyediakan
informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian,
dan perbaikan berkelanjutan.
3.
Menyediakan
informasi untuk pengambilan keputusan.
Ketiga tujuan
tersebut menunjukkan bahwa manajer dan pengguna lainnya perlu memiliki akses ke
informasi akuntansi manajemen dan mengetahui bagaimana cara menggunakannya.
Informasi akuntansi manajemen dapat membantu mereka mengidentifikasi suatu
masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi kinerja (informasi akuntansi
dibutuhkan dan dipergunakan dalam semua tahap manajemen, termasuk perencanaan,
pengendalian dan pengambilan keputusan).
BAB III
Tinjauan Umum Perusahaan dan Metode
A. Profil Perusahaan
1. Sejarah PT POS INDONESIA (Anonim, 2014)
Sejarah mencatat
keberadaan Pos Indonesia begitu panjang, Kantorpos pertama didirikan di Batavia
(sekarang Jakarta) oleh Gubernur Jenderal G.W Baron van Imhoff pada tanggal 26
Agustus 1746 dengan tujuan untuk lebih menjamin keamanan surat-surat penduduk,
terutama bagi mereka yang berdagang dari kantor-kantor di luar Jawa dan bagi
mereka yang datang dari dan pergi ke Negeri Belanda. Sejak itulah pelayanan pos
telah lahir mengemban peran dan fungsi pelayanan kepada publik.Setelah
Kantorpos Batavia didirikan, maka empat tahun kemudian didirikan Kantorpos
Semarang untuk mengadakan perhubungan pos yang teratur antara kedua tempat itu
dan untuk mempercepat pengirimannya. Rute perjalanan pos kala itu ialah melalui
Karawang, Cirebon dan Pekalongan.
Pos Indonesia telah beberapa kali mengalami
perubahan status mulai dari Jawatan PTT (Post, Telegraph dan Telephone). Badan
usaha yang dipimpin oleh seorang Kepala Jawatan ini operasinya tidak bersifat
komersial dan fungsinya lebih diarahkan untuk mengadakan pelayanan publik.
Perkembangan terus terjadi hingga statusnya menjadi Perusahaan Negara Pos dan
Telekomunikasi (PN Postel). Mengamati perkembangan zaman dimana sektor pos dan
telekomunikasi berkembang sangat pesat, maka pada tahun 1965 berganti menjadi
Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos dan Giro), dan pada tahun 1978 berubah
menjadi Perum Pos dan Giro yang sejak ini ditegaskan sebagai badan usaha
tunggal dalam menyelenggarakan dinas pos dan giropos baik untuk hubungan dalam
maupun luar negeri. Selama 17 tahun berstatus Perum, maka pada Juni 1995
berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Pos Indonesia (Persero).
Dengan berjalannya
waktu, Pos Indonesia kini telah mampu menunjukkan kreatifitasnya dalam
pengembangan bidang perposan Indonesia dengan memanfaatkan insfrastruktur
jejaring yang dimilikinya yang mencapai sekitar 24 ribu titik layanan yang
menjangkau 100 persen kota/kabupaten, hampir 100 persen kecamatan dan 42 persen
kelurahan/desa, dan 940 lokasi transmigrasi terpencil di Indonesia. Seiring
dengan perkembangan informasi, komunikasi dan teknologi, jejaring Pos Indonesia
sudah memiliki lebih dari 3.800 Kantorpos online, serta dilengkapi electronic
mobile pos di beberapa kota besar. Semua titik merupakan rantai yang terhubung
satu sama lain secara solid & terintegrasi. Sistem Kode Pos diciptakan
untuk mempermudah processing kiriman pos dimana tiap jengkal daerah di
Indonesia mampu diidentifikasi dengan akurat.
1.1 Visi dan Misi PT POS INDONESIA
Visi:
Menjadi pemimpin pasar di Indonesia dengan
menyediakan layanan suratpos, paket, dan logistik yang handal serta jasa
keuangan yang terpercaya.
Misi:
1.
Berkomitmen
kepada pelanggan untuk menyediakan layanan yang selalu tepat waktu dan nilai
terbaik
2.
Berkomitmen
kepada karyawan untuk memberikan iklim kerja yang aman, nyaman dan menghargai
kontribusi
3.
Berkomitmen
kepada pemegang saham untuk memberikan hasil usaha yang menguntungkan dan terus
bertumbuh
4.
Berkomitmen
untuk berkontribusi positif kepada masyarakat.
5.
Berkomitmen
untuk berperilaku transparan dan terpercaya kepada seluruh pemangku
kepentingan.
Produk
Pos
·
Kiriman
Internasional
·
Filateli
·
Hybrid
Mail
·
Ritel
·
Logistik
·
Keuangan
·
Paket
Pos
·
Surat
Pos
B. Aplikasi Utama E-business
Aplikasi-aplikasi utama e-business dan
hubungannya satu sama lain diringkas dalam arsitektur perusahaan. Aplikasi-aplikasi
ini terintegrasi lintas fungsi perusahaan, contohnya seperti Enterprise
Resource Planning (ERP), Manajemen Hubungan Pelanggan/ Customer Relationship Management
(CRM), dan Manajemen Rantai Pasokan/ Supply Chain Manajemen(SCM), Enterprise
Aplication Integration (EAI), Transaction Processing Systems(TPS), Enterprise
Collaboration System (ECS).
a) Sistem Enterprise Resource Planning (ERP)
Sistem informasi ERP
(Entreprise Resource Planning) merupakan suatusistem informasi yang
diperuntukkan bagi perusahan manufaktur maupun jasa yang berperan
mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek
operasi, produksi maupun distribusi di perusahaan bersangkutan.
b) Sistem Customer Relationship Management (CRM)
Sistem CRM adalah suatu sistem, metodologi,
strategi, perangkat lunak(software) dan aplikasi berbasis web yang mampu
membantu sebuah perusahaan untuk mengelola hubungannya dengan para pelanggan.
CRM terdiri atas tiga unsur pokok yaitu manusia, teknologi dan proses.
c) Sistem Supply Chain Management (SCM)
Sistem SCM adalah suatu sistem, metodologi,
strategi, perangkat lunak(software) dan aplikasi berbasis web yang mampu
membantu sebuah perusahaan untuk mengelola hubungannya dengan para pemasok.
d) Sistem Enterprise Application Integration (EAI)
Software EAI
memungkinkan para pemakai membuat model berbagai proses bisnis yang dilibatkan
dalam interaksi yang harus terjadi antar aplikasi bisnis. EAI juga menyediakan
middleware yang melakukan konversi dan koordinasi data, komunikasi aplikasi dan
layanan pesan, serta akses ke berbagai interface aplikasi yang terlibat. Jadi,
software EAI dapat mengintegrasikan berbagai kelompok aplikasi perusahaan
dengan memungkinkan user bertukar data sesuai dengan peraturan dari model
proses bisnis yang dikembangkan oleh user.
e) Sistem Transaction Processing Systems (TPS)
TPS adalah sistem
informasi lintas fungsi yang memproses data dariterjadinya transaksi bisnis.
Transaksi adalah berbagai kegiatan yang terjadi sebagai bagian dari aktivitas
bisnis, seperti penjualan, pembelian, penyimpanan, penarikan, pengembalian dan
pembayaran.
f) Sistem Enterprise Collaboration System (ECS)
ECS adalah sistem
informasi lintas fungsi yang meningkatkan komunikasi,koordinasi, dan kerjasama antar
anggota tim bisnis dan kelompok kerja. Teknologi informasi, terutama teknologi
Internet, memberikan berbagai alat untuk membantu perusahaan bekerjasama untuk
mengomunikasikan berbagai ide, berbagi sumber daya dan mengkoordinasikan usaha
kegiatan kerjasama sebagai anggota dari proses formal dan informal, tim proyek,
dan kelompok kerja yang membentuk organisasi.
C.
Metode Penelitian
Metode penilitian ini adalah metode Kualitatif dengan
studi literature dalam bidang keilmuan Manajemen System Information (MIS) dan
Information Technology (IT). Disamping itu berdasarkan pengalaman serta
pengamatan langsung pada objek penelitian PT.Pos Indonesia. Dan pada unit
analisis Departemen/ bagian MIS/EDP.
BAB IV
Result & Discussion
A. SIM Yang Akan Dikomunikasikan
Sistem Electronic Business PT Pos Indonesia
(Persero) E-Business merupakan salah satu bisnis dengan prospek besar dan Pos telah
memiliki kompetensi di bidang ini, antara lain:
a) Aplikasi Enterprise Resource Planning (ERP)
PT. Pos Indonesia (Persero) memanfaatkan
sistem ERP ini pada operasi jasa dan distribusi, dengan mempertimbangkan
pengoprasian perusahaan pada proses internal melalui manajemen sumber daya
manusia perusahaan, akuntansi, keuangan, logistik dan distribusi secara tepat
waktu.
ERP dibutuhkan perusahaan untuk bisa
mendapatkan efisiensi, kecepatan, dan responsivitas yang dibutuhkan dalam
mencapai keberhasilan di lingkungan bisnis yang dinamis saat ini.
Beberapa contoh aplikasi ERP pada PT. Pos
Indonesia adalah untuk
mendukung:
·
IT
(Information Technology)
Teknologi Informasi sangat penting dalam
pelaksanaan kegiatan di karena adanya pengintegrasian berbagai proses dan
entitas bisnis. Esensi dari pengintegrasian tersebut adalah melakukan share
terhadap informasi yang dimiliki dan dihasilkan oleh berbagai pihak. Sebagai
contoh adalahpengembangan jaringan sebagai alatpenunjang kinerja dari
produk-produk EBusiness. Hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan IT
adalah scaleable solution & open system, ini diperlukan agar sistem setiap
saat dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Dalam hal keterkaitan dengan proses
bisnis, maka ketepatan IT yang digunakan akan mendorong/menentukan proses
bisnis yang excellent.
·
Business
Process / Proses Bisnis
Proses bisnis merupakan nilai pembeda
(distinction) yang menciptakankeunggulan bersaing. Proses bisnis dalam
E-Business sangat kental diwarnai oleh IT untuk menghasilkan mutu layanan yang
akurat dan excellent. Sebuah proses bisnis yang baik, tentunya selain didukung
dengan IT juga harus didukung oleh SDM yang berkompeten dan equipment yang
sesuai dengan proses bisnis yang bertalian. Peran SDM tidak saja ditentukan
oleh kemampuan teknis semata melainkan juga perilaku yang mencerminkan kerja
keras, mandiri, jujur dan teamwork oriented.
·
Perfomance
Standard / Standar Kinerja
Untuk dapat masuk dan bertahan dalam suatu
bisnis minimal harus memiliki standar output yang sama dengan dengan standar
yang berlaku umum di industri. Beberapa performance standard yang berlaku umum
tidak terlepas dari faktor-faktor accuracy, speed, efficiency, dan flexibility.
·
Targeting
Arahan penggunaan pasar diarahkan berasarkan
STP :
Segmentasi
Pembagian segmentasi dilakukan berdasarkan
lingkup bisnis serta sumber daya yang ada di lingkup bisnis PT. Pos Indonesia :
·
Lingkup
Nasional
·
Lingkup
UPT
·
Lingkup
Wilpos
Targeting
Targeting pembagian bisnis mengarah pada
lingkup arahan target yang potensial.
·
Target
para pelaku Bisnis
Bagi para pelaku bisnis mengarah pada private
sector yaitu sektor swasta dan bisnis yang berorientasi pada profit.
·
Target
Government
Untuk target lingkup pemerintah target
mengarah pada lembaga pemerintahan, serta mengarah pada instansi pemerintahan.
Untuk yang lain target juga terfokus pada perusahaan Nirlaba.
·
Individu
Arahan tertarget pada perseorangan seperti
constumer individu serta para pengguna teknologi informasi seperti ICT
(Information, Communication, Technology).
b) Aplikasi Customer Relationship Management (CRM)
PT. Pos Indonesia
(Persero) memanfaatkan sistem CRM secara cukup intensif. Antara lain pemanfaatannya
adalah untuk mengelola program-program dibawah ini:
·
Program
e-fila.com. Khususnya dalam forum filateli. Selainmenguntungkan pelanggan,
program ini juga menguntungkan PT. Pos Indonesia (Persero), karena dengan
demikian dapat mengetahui perilaku pelanggan, melakukan perbaikan berdasarkan
masukan dari pelanggan, merespon permintaan atau keluhan pelanggan dengan cepat
dan terarah.
·
Program
Kontak Kami, yakni bagi pelanggan yang inginmenyampaikan komentar, kritik,
saran, pertanyaan atau pengaduan kiriman, kepada pihak perusahaan.
·
Program
Jejak Pendapat sebagai sarana untuk berkomunikasidengan PT. Pos Indonesia
tentang kiriman maupun informasi Jasa pos Indonesia,yakni melalui Email,
Facebook dan Twitter, yang dapat diakses secara langsung dari website PT Pos
Indonesia.
c) Aplikasi Supply Chain Management (SCM)
PT. Pos saat ini
memiliki outlet belanja produk–produk lengkap khasIndonesia secara online yang
bernama Plaza Pos yang dapat diakses melalui alamat website www.plazapos.com.
Serta memiliki program e-fila.com yang menjual produk perangko Indonesia.
PT. Pos Indonesia
memanfaatkan sistem SCM untuk mengelola akun-akun pemasoknya. Pemasok-pemasok
utama yang telah diisyaratkan mempunyai pengetahuan memadai mengenai sitem
informasi dan internetworking, serta mempunyai akses jaringan yang baik, dapat
memantau data dan kegiatan pasokan mereka secara online dan realtime. Sedangkan
pemasok konvensional yang masih menggunakan telepon atau cash and carry
dikelola datanya oleh karyawan mitra utama, dimana transaksi dilakukan.
PT. Pos Indonesia melakukan sosialisasi
mengenai program SCM inikepada para pemasok, dan menjelaskan berbagai nilai
tambah (added value) antara lain membantu para pemasok mengatur transaksi,
adanya prediksi kebutuhan PT. Pos Indonesia yang lebih akurat, dan diperluasnya
jaringan kerja dari para pemasok.
d) Aplikasi Integrasi Perusahaan/ Enterprise Application
Integration(EAI)
Aplikasi EAI pada PT.
Pos Indonesia salah satunya adalah pada layananPlaza Pos yakni pelanggan diminta
untuk mengisi Member Area, lalu melakukan submit. Dengan demikian, perusahaan
mengetahui informasi pelanggan yang mengunjungi Plaza Pos.
Contoh lain adalah dalam sistem pembelian pelanggan
pada program PlazaPos, yang akan membuat permintaan elektronik, setelah
permintaan tersebut disetujui secara online oleh pelanggan, pesanan pembelian
yang dibuat oleh komputer akan melintas di internet kembali ke perusahaan PT
Pos Indonesia.
e) Aplikasi Sistem Pemrosesan Transaksi/ Transaction
Processing Systems(TPS)
Sistem Pemrosesan Transaksi di PT. Pos
Indonesia mendukung program Plaza Pos, contohnya dalam akses pembayaran secara
online, yakni aktivitas pemrosesan transaksi dibutuhkan untuk menangkap dan
memproses data pelanggan, hingga transaksi pembayaran belanjanya melalui jaringan
internet.
f) Aplikasi Sistem kerjasama Perusahaan/ Enterprise
CollaborationSystem (ECS)
Sistem kerjasama perusahaan pada PT. Pos
Indonesia contohnya dalam hubungan Kemitraan. Kemitraan merupakan kebutuhan
yang mendasar dalam aktivitas Probis E-Business, karena hampir tidak mungkin
aktivitas bisnis dapat dijalankan tanpa kemitraan. Sebagai contoh dalam
aktivitas Limited Communication Technology Services (eCom) dimana dalam
pelaksanaan diperlukan adanya beberapa kerjasama terhadap perusahaan yang menggunakan
jaringan PTSN, CDMA, GSM maka mutlak diperlukan kemitraan dengan pihak
perusahaan itu.
B. Kelebihan dan Kelemahan SIM Pada Perusahaan PT Pos
Indonesia (Siti Hadijah, 2016)
Kelebihan sistem informasi pada perusahaan PT
Pos Indonesia adalah sebagai berikut:
1.
Jika
dibandingkan dengan perusahaan pengiriman barang lainnya, maka tarif yang
dikenakan oleh Pos Indonesia lebih terjangkau dan bisa bersaing dengan baik
dengan perusahaan lainnya.
2.
Pos
Indonesia memiliki jangkauan pengiriman yang sangat luas, bahkan menjadi yang
terluas di antara yang lainnya, sebab Pos Indonesia bahkan bisa mencapai
pelosok dan pedalaman yang jarang diakses oleh perusahaan lainnya.
3.
Pos
Indonesia juga telah memiliki layanan online sejak tahun 2010 dan bisa diakses
dengan mudah untuk berbagai kepentingan lainnya.
4.
Kantor
pos terdapat di hampir setiap kecamatan di seluruh Indonesia, dan ini menjadi
jaminan jangkauannya yang luas dan menjadi yang terbaik
Kelemahan sistem informasi pada perusahaan PT
Pos Indonesia adalah sebagai berikut:
1.
Kurangnya
sarana promosi, sehingga orang jauh lebih mengenal perusahaan swasta lainnya
sebagai perusahaan pengiriman barang.
2.
Sebagian
besar orang lebih mengenal dan mengingat Pos Indonesia sebagai perusahaan
pengiriman surat dan uang, bukan sebagai perusahaan pengiriman barang.
3.
Pelayanannya
terkadang kurang cepat dan tepat waktu, jika dibandingkan dengan perusahaan
pengiriman barang lainnya.
C. Rekomendasi Untuk Mengatasi Kelemahan – Kelemahan Sistem
Informasi Pada PT Pos Indonesia Yang Akan Datang
1.
Mengedepankan
kualitas pelayanan. Seperti : kualitas, layanan, kecepatan, dan fleksibilitas.
2.
Dapat
memilih strategi untuk pasar yang lebih focus dan perlu memasukkan segmen pasar
yang baru untuk dapat meningkatkan market share nya.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
1.
Sistem
Electronic Business yang dirancang PT. Pos Indonesia (Persero)mampu
meningkatkan praktek bisnis jasa dan pemasarannya secara global.
2.
Perangkat
Electronic Business mendukung pola interaksi perusahaan PT.Pos (Persero) dengan
pelanggan, pemasok, dan karyawannya.
3.
Sistem
Electronic Business yang dirancang PT. Pos Indonesia (Persero) mampu menunjang
perkembangan industri jasa pengiriman dan belanjasecara online produk kerajinan
khas Indonesia di berbagai daerahIndonesia bahkan ke mancanegara.
B. Saran
Berdasarkan pengamatan yang penulis lakukan
selama ini, maka pada kesempatan ini penulis mencoba menyusun saran, walaupun
penulis menyadari bahwa saran yang
penulis kemukakan ini masih jauh dari kesempurnaan. Namun penulis berharap agar saran ini nantinya
dapatdijadikan bahan pertimbangan yang mungkin berguna dikemudian hari. Saran
tersebut adalah:
1.
Untuk
mendapatkan informasi tentang kedatangan paket, customer bisa mencarinya pada
daftar buku manualyang telahdisediakan. Namun penulis ingin memberikan saran
untuk menambahkan denah yang sesuai dengan nomor Resi paket pada komputer
informasi, sehingga pencarian kedatangan paket akan semakin mudah terutama
untuk customer.
2.
Seharusnya
ditambah rak untuk menaruh paket pos,sehingga jenis paket pos yang sangat
banyak itu menjadilebih mudah dalam men-display, karena selama ini penulis
perhatikan paket pos yang mudah rusak seperti bala pecahpaling sulit untuk
diperbaiki (di-display).
3.
Dalam
memberikan label atau pelabelan pada paket pos diusahakan pihak labeler menempelkannya
pada paket pos bukan pada plastik pembungkus paket karena customer sering
membuka bungkus plastik paket pos dan tidak memperhatikan bahwa padaplastik
pembungkus tersebut tertempellabel paket
pos. tanpa sepengetahuan petugas pos, customer langsung membawa paket
pos dan tidak membawa labelke loket sehingga hal ini menyebabkan
keterlambatan pada waktu pembayaran
diloket. Karena kasir harus menyediakan ulang kembali label tersebut terlebih
dahulu.
4.
Dalammelakukan
pemindahan paket pos ke rak lain hendaknya petugas pos tidak lupa melakukan
elord (electronic order) pada komputer informasi,sehingga informasi mengenai
paket pos (letak) yang ada dikomputer informasi sesuai dengan keadaan.
5.
Dengan
memanfaatkan teknologi komputer yang terus berkembang. Penulis menyarankan
untuk menggunakan fasilitas internet dalam menjalin hubungan dengan pemasok.
DAFTAR
PUSTAKA
2.
Steven Gunawan,
2016.http://sti3pan.blogspot.co.id/2016/07/sejarah-sim.html (10 Oktober 2017,
10.41)
3.
Elvadkk,2013.http://simposindonesiakelompok7.blogspot.co.id/2013/12/makalah-sistem-informasi-manajemen.html (8 Oktober 2017,
20.44)
4.
Siti Hadijah, 2016. https://www.cermati.com/artikel/perbedaan-jasa-pengiriman-pos-indonesia-jne-tiki-fedex-dan-online (10 October 2017,
13.30)
5.
O’brien,
James A. 2005. Introduction to
Information System. Mc Grow Hill: USA
6. Oetomo, Budi. 2001. Perspektif e-Business: Tinjauan Teknis,
Manajerial, dan
7. Strategi.
Penerbit Andi Yogyakarta: Yogyakarta.

malam mba boleh minta software apa aja yang digunakan di kantor pos gak,buat bahan skripsi saya soalnya saya nyari nyari gak ada nnya ke staff TSI gak di kasih tau.terimakasih
BalasHapus