Selasa, 02 Januari 2018

Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan




Disusun Oleh :
Aprilia Wahyu Perdani (43116110355)


Dosen Pengampu :
Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA


PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MERCU BUANA
JAKARTA 2017



Pengertian Sistem Pendukung Keputusan (Sparague, R. H. and Watson H. J. 1993).
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision Support System (DSS) adalah sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah dengan kondisi semi terstruktur dan tak terstruktur. Sistem ini digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi semi terstruktur dan situasi yang tidak terstruktur, dimana tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat (Turban, 2001).

SPK bertujuan untuk menyediakan informasi, membimbing, memberikan prediksi serta mengarahkan kepada pengguna informasi agar dapat melakukan pengambilan keputusan dengan lebih baik.
SPK merupakan implementasi teori-teori pengambilan keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti operation research dan menegement science, hanya bedanya adalah bahwa jika dahulu untuk mencari penyelesaian masalah yang dihadapi harus dilakukan perhitungan iterasi secara manual (biasanya untuk mencari nilai minimum, maksimum, atau optimum), saat ini computer PC telah menawarkan kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan yang sama dalam waktu relatif singkat.
Sprague dan Watson mendefinisikan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) sebagai sistem yang memiliki lima karakteristik utama yaitu (Sprague et.al, 1993):
1.    Sistem yang berbasis komputer. 
2.    Dipergunakan untuk membantu para pengambil keputusan 
3.    Untuk memecahkan masalah-masalah rumit yang mustahil dilakukan dengan kalkulasi manual 
4.    Melalui cara simulasi yang interaktif 
5.    Dimana data dan model analisis sebaai komponen utama.

 

Komponen Sistem Pendukung Keputusan (Anonym 1, 2014)

Secara umum Sistem Pendukung Keputusan dibangun oleh tiga komponen besar yaitu database Management, Model Base dan Software System/User Interface.

a. Database Management

Merupakan subsistem data yang terorganisasi dalam suatu basis data. Data yang merupakan suatu sistem pendukung keputusan dapat berasal dari luar maupun dalam lingkungan. Untuk keperluan SPK, diperlukan data yang relevan dengan permasalahan yang hendak dipecahkan melalui simulasi.

b. Model Base

Merupakan suatu model yang merepresentasikan permasalahan kedalam format kuantitatif (model matematika sebagai contohnya) sebagai dasar simulasi atau pengambilan keputusan, termasuk didalamnya tujuan dari permaslahan (objektif), komponen-komponen terkait, batasan-batasan yang ada (constraints), dan hal-hal terkait lainnya. Model Base memungkinkan pengambil keputusan menganalisa secara utuh dengan mengembangkan dan membandingkan solusi alternatif.

c. User Interfase / Pengelolaan Dialog

Terkadang disebut sebagai subsistem dialog, merupakan penggabungan antara dua komponen sebelumnya yaitu Database Management dan Model Base yang disatukan dalam komponen ketiga (user interface), setelah sebelumnya dipresentasikan dalam bentuk model yang dimengerti computer. User Interface menampilkan keluaran sistem bagi pemakai dan menerima masukan dari pemakai kedalam Sistem Pendukung Keputusan.

Manfaat Sistem Pendukung Keputusan (Anonym 1, 2014)

SPK dapat memberikan berbagai manfaat dan keuntungan. Manfaat yang dapat diambil dari SPK adalah :

1.    SPK memperluas kemampuan pengambil keputusan dalam memproses data / informasi bagi pemakainya. 
2.    SPK membantu pengambil keputusan untuk memecahkan masalah terutama barbagai masalah yang sangat kompleks dan tidak terstruktur. 
3.    SPK dapat menghasilkan solusi dengan lebih cepat serta hasilnya dapat diandalkan. 
4.    Walaupun suatu SPK mungkin saja tidak mampu memecahkan masalah yang dihadapi oleh pengambil keputusan, namun dia dapat menjadi stimulan bagi pengambil keputusan dalam memahami persoalannya,karena mampu menyajikan berbagai alternatif pemecahan.



Tahap – tahap dalam proses pengambilan keputusan adalah :
a.    Tahap Pemahaman (Inteligence Phace)
Tahap ini merupakan proses penelusuran dan pendeteksian dari lingkup problematika serta proses pengenalan masalah. Data masukan diperoleh, diproses dan diuji dalam rangka mengidentifikasikan masalah.
b.    Tahap Perancangan (Design Phace)
Tahap ini merupakan proses pengembangan dan pencarian alternatif tindakan / solusi yang dapat diambil. Tersebut merupakan representasi kejadian nyata yang disederhanakan, sehingga diperlukan proses validasi dan vertifikasi untuk mengetahui keakuratan model dalam meneliti masalah yang ada.
c.    Tahap Pemilihan (Choice Phace)
Tahap ini dilakukan pemilihan terhadap diantaraberbagai alternatif solusi yang dimunculkan pada tahap perencanaan agar ditentukan/ dengan memperhatikan kriteria–kriteria berdasarkan tujuan yang akan dicapai.
d.    Tahap Impelementasi (Implementation Phace)
Tahap ini dilakukan penerapan terhadap rancangan sistem yang telah dibuat pada tahap perancanagan serta pelaksanaan alternatif tindakan yang telah dipilih pada tahap pemilihan.
Tujuan dari system pendukung keputusan adalah:
·         Memberikan dukungan untuk pembuatan keputusan pada masalah yang semi/tidak terstruktur.
·         Memberikan dukungan pembuatan keputusan kepada manajer pada semua tingkat dengan membantu integrasi antar tingkat.
·         Meningkatkan efektifitas manajer dalam pembuatan keputusan dan bukan peningkatan efisiennya.


Karakteristik system pendukung keputusan antara lain :
a)    Mendukung proses pengambilan keputusan, menitikberatkan pada management by perception
b)    Adanya interface manusia / mesin dimana manusia (user) tetap memegang control proses pengambilan keputusan
c)    Mendukung pengambilan keputusan untuk membahas masalah terstruktur, semi terstruktur  dan tak struktur
d)    Memiliki kapasitas dialog untuk memperoleh informasi sesuai dengan kebutuhan
e)    Memiliki subsistem – subsistem yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi sebagai kesatuan item
f)     Membutuhkan struktur data komprehensif yang dapat melayani kebutuhan informasi seluruh tingkatan manajemen

Implementasi DSS PT Astra International (Anonym 3, 2012)
Dari hasil penelitian penyusun terdapat beberapa masalah yang dihadapi oleh perusahaan tersebut dalam hal penilaian yang mana hal tersebut akan mengacu pada promosi kenaikan jabatan yaitu, yang pertama adalah atasan penilai kesulitan menilai karyawan dalam jumlah besar, hal ini dapat mengakibatkan subjektifitas dalam penilaian yang membuat karyawan yang dipilih untuk menempati jabatan tertentu terkadang tidak sesuai dengan kriteria jabatan tersebut, yang kedua adalah perhitungan kriteria memakan waktu yang cukup lama, hal ini disebabkan banyaknya aspek penilaian yang harus dievaluasi oleh atasan penilai sehingga terkadang membuat beberapa karyawan tidak memiliki penilaian, dan yang ketiga adalah atasan penilai kesulitan dalam menganalisis hasil penilaian kinerja karyawan yang menyebabkan karyawan tidak mengetahui kekurangan mereka ada pada aspek apa saja, sehingga karyawan sulit untuk memperbaiki kekurangan mereka, sedangkan bagi atasan penilai kesulitan dalam memberikan evaluasi kerja terhadap karyawan yang memiliki kinerja di bawah rata-rata, sehingga tidak ada motivasi diantara keduanya untuk meningkatkan kualitas kinerja mereka. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) diterapkan oleh penyusun di PT. Astra International, Tbk - DSO sebagai media tambahan demi menunjang terlaksananya proses promosi kenaikan jabatan yang lebih berkualitas dan maksimal. Pada hal ini, proses penilaian dan perhitungan menggunakan metode gap analysis dimana metode tersebut akan memperhatikan kesenjangan antara kinerja aktual dan kinerja standar. Sehingga semakin jauh senjang yang diperoleh maka semakin jauh pula karyawan tersebut dengan kriteria yang dibandingkan.Berdasarkan hasil dari pengujian alpha maupun beta yang telah dilakukan pada tahap implementasi dan pengujian dapat diambil kesimpulan bahwa aplikasi SPK ini dapat membantu atasan penilai dalam hal penilaian kinerja karyawan untuk menentukan karyawan mana yang layak menempati jabatan tertentu dengan kriteria yang sudah ditentukan.
Manfaat Penggunaan Aplikasi Terapan DSS/Decision Support System Bagi Perusahaan: (anonym 2, 2013)
1.    Mempermudah dilakukannya analisa terhadap data master dan juga data transaksi perusahaan untuk kemudian menghasilkan berbagai laporan yang akan mendukung proses pengambilan keputusan oleh pihak manajemen perusahaan.
2.    Memberikan tampilan yang lebih enak dilihat dan lebih professional yang disesuaikan dengan kultur serta bidang bisnis perusahaan yang menggunakan aplikasi ini.
3.    Memberikan informasi terkini terhadap pergerakan angka-angka dalam perusahaan, atau bahkan bersifat real-time. Contohnya dalam hal ini; adalah pergerakan angka penjualan tiket pesawat setiap harinya, atau pergerakan angka kedatangan dan keberangkatan pesawat dari seluruh bandara di Indonesia (hasil kegiatan operasional perusahaan)
Dampak Bagi Perusahaan Yang Tidak Menginplementasikan Sistem DSS : (Turban , Efraim & Aronson, Jay E. 2001). 
1. Tidak dapat memperluas kemampuan pengambilan keputusan
2. Waktu yang dibutuhkan relatif lamban dalam memecahkan masalah
3. Sulit memberikan berbagai alternatif dalam pengambilan keputusan

Daftar Pustaka:
·         Sparague, R. H. and Watson H. J. 1993. Decision Support Systems: Putting Theory Into Practice. Englewood Clifts, N. J., Prentice Hall.
·         Anonym 1, 2014. http://anggiramadiah.blogspot.co.id/2014/12/sistem-pengambilan-keputusan.html (6 Desember 2017, Jam 19.10)
·         Turban , Efraim & Aronson, Jay E. 2001. Decision Support Systems and Intelligent Systems. 6th edition. Prentice Hall: Upper Saddle River, NJ.
·         Anonym 2, 2013. https://ag92110007.wordpress.com/decision-support-system-sistem-pendukung-keputusan/ (6 Desember 2017, Jam 19.00)
·         Anonym 3, 2012. https://repository.unikom.ac.id/26787/ (6 Desember 2017, Jam 19.15)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar