|
SISTEM INFORMASI
MANAJEMEN
Sistem Informasi Untuk Keunggulan
Bersaing
|
|
|
|
|
|
|
|
Dosen Pengampu :
Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA
Disusun Oleh :
Aprilia Wahyu Perdani (43116110355)
|
|
PROGRAM
STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS
EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS
MERCU BUANA
JAKARTA
2017
|
Sistem
Informasi Untuk Keunggulan Kompetitif (McLeod Raymond,
2007)
Seiring
dengan perusahaan memenuhi kebutuhan produk dan jasa para pelanggannya,
perusahaan tersebut akan berusaha untuk mendapatkan keunggulan di atas para pesaingnya.
Mereka dapat mencapai keunggulan ini dengan memberikan produk dan jasa pada
harga yang lebih rendah, memberikan kebutuhan-kebutuhan khusus dari
segmen-segmen pasar tertentu.
Sebuah rencana strategis untuk sumber daya informasi akan
mengidentifikasikan tujuan tujuan yang harus dipenuhi oleh system informasi
perusahaan di tahun tahun mendatang dan sumber daya informasi yang akan
diperlukan untuk mencapai tujuan tujuan tersebut. Di dalam bidang sistem
informasi, keunggulan kompetitif (competitive
advantage) mengacu pada penggunaan informasi untuk mendapatkan pengungkitan (leverage) di
dalam pasar.
Keunggulan kompetitif dapat direalisasikan dalam hal
mendapatkan keunggulan strategis, taktis, maupun operasional. Tiga tingkat
keunggulan kompetitif tersebut akan bekerja bersama-sama. Sistem informasi yang
terpengaruh oleh ketiga tingkat ini akan memiliki kemungkinan terbaik untuk
meningkatkan kinerja sebuah perusahaan secara substansial. Pada tingkat
manajerial yang tertinggi adalah tingkat perencanaan strategis, sistem
informasi dapat digunakan untuk mengubah arah sebuah perusahaan untuk
mendapatkan keunggulan strategisnya. Pada tingkat manajemen kontrol (menengah), manajer dapat memberikan spesifikasi
mengenai bagaimana rencana strategis akan diimplementasikan, sehingga
menciptakan suatu keunggulan taktis. Pada tingkat manajemen operasional (lebih rendah), manajer dapat menggunakan
teknologi informasi dalam berbagai pengumpulan data dan penciptaan informasi
yang akan memastikan efisiensi operasi, sehingga mencapai keunggulan
operasional.
a. Keunggulan
Strategis
Keunggulan
strategis (strategic advantage)
adalah keunggulan yang memiliki dampak fundamental dalam bentuk operasi
perusahaan. Sistem informasi dapat digunakan untuk menciptakan suatu keunggulan
strategis. Sebagai contoh, sebuah perusahaan dapat memutuskan untuk mengubah
seluruh datanya menjadi basis data dengan alat penghubung standar (seperti alat
penghubung browser web) untuk memungkinan berbagi dengan rekan-rekan bisnis dan
pelanggannya.
b. Keunggulan
Taktis
Sebuah
perusahaan mendapatkan keunggulan taktis (tactical
advantage) ketika perusahaan tersebut mengimplementasikan strategi dengan
cara yang lebih baik dari para pesaingnya. Sebagai contoh, layanan pelanggan
dapat ditingkatkan dengan menawarkan kepada pelanggan akses langsung ke
informasi. Semua perusahaan ingin memuaskan pelanggan, karena kepuasan
pelanggan akan menghasilkan pengulangan pembelian.
c. Keunggulan
Operasional
Keunggulan
Operasional (Opertional Advantage)
adalah keunggulan yang berhubungan dengan transaksi dan proses sehari-hari.
Disinlah sistem informasi akan berinteraksi secara langsung dengan proses.
Suatu situs Web yang “mengingat” pelanggan dan
kegemaran mereka dari transaksi-transaksi masa lalu akan mencerminkan suatu
keunggulan operasional. Browser sering memiliki cookies, file-file kecil berisi informasi yang terdapat di dalam
komputer pengguna, yang dapat menyimpan nomor akun, kata sandi, dan informasi
lain yang berhubungan dengan transaksi pengguna. Ini merupakan kemudahan yang
berharga bagi pelanggan, bahwa para pelanggan yang menggunakan Web untuk
menempatkan pembelian mereka akan menghemat beban perusahaan membayar seorang
juru tulis untuk memasukkan data, tetapi ini hanyalah keuntungan yang bersifat minor
saja.
Data yang
dimasukkan oleh pengguna kemungkinan besar akan lebih akurat. Karena data tidak
dikomunikasikan secara lisan kepada orang lain, maka tidak akan terjadi
kesalahpahaman di dalam komunikasi. Ketika informasi (nama, alamat, dan
seterusnya) dapat diambil dari catatan sebelumnya, data tersebut bahkan akan
memiliki atas data yang dimasukkan oleh pengguna. Jika data tidak akurat,
pengguna tidak akan menyalahkan perusahaan. Karena berbagai alasan operasional,
akses Web ke sistem informasi perusahaan akan dapat meningkatkan hubungan
dengan pelanggan.
Sistem
Informasi Dalam Persaingan Bisnis (Irwan Nasution, 2017)
Bila
suatu organisasi akan memutuskan untuk menggunakan sistem dan teknologi
tertentu dalam operasi bisnis, maka
sangat dianjurkan untuk meneliti terlebih dahulu sistem yang akan
digunakannya.
Pertama,
menilai aliran informasi bisnis. Apakah suatu bisnis mempunyai aliran informasi yang
memungkinkan organisasi
bisnis tersebut menjawab pertanyaan berat tentang apa yang dipikirkan pelanggan dan rekan bisnisnya
mengenai produk dan jasa yang ditawarkan? Dipasar mana bisnis yang dikelola
ditinggalkan dan mengapa? Apa sebenarnya yang merupakan faktor
kompetitif? Apakah sistem informasi memudahkan organisasiuntuk
mendapatkan data internal perusahaan atau membantu pemecahanpermasalahan
pelanggan? Apakah data penting dalam perusahaan hanya dapat digunakan sekali saja pada
saat dibutuhkan atau dapat diakses oleh pekerja berpengetahuan (knowledge
worker ) yang dimiliki tiap saat? Apakah sistem informasi menyediakan data
untuk menjawab permasalahan bisnis?
Kedua, berkaitan dengan perdagangan. Banyak perusahaan telah
beralih keperdagangan elektronik (e-commerce) akibat adanya Internet. Dalam
menghadapi e-commerce ini, sistem informasi operasi bisnis dituntut untuk
mampu menyediakan
jawaban atas permasalahan berikut ini. Apakah tim manajemenorganisasi telah
terbiasamenggunakanInternet dan telah menyiapkan suatu visi dan misi bisnis dalam
menghadapi perubahan lingkungan dan budaya akibatInternet tersebut?
Apakah tim dalam organisasi telah bekerja secara teknis untuk mewujudkan
visidan misitersebut? Apakah organisasi bisnis telah
memulaiberhubungan dengan pelanggan melalui Internet? Apakah organisasi bisnis
telahmenyadari pentingnya sistem digital dan peralatan apa yang dibutuhkan
jikasebagian besar pelanggan memilih berhubungan melaluimedia Web dari pada dengan cara tradisional?
Apakah sistem digital organisasi mampu membantuorganisasi bekerja dengan para
pekerja profesional seperti pengacara dan akuntan publik yang
merupakan “orang - orang diluar organisasi bisnis”. Apakah organisasi
bisnis telah menggunakan data digital untuk meraih proses turnaround secara
lebih cepat, dengan kualitas yang lebih baik, dan harga yang lebih rendah?
Apakahorganisasi telah berhubungan secara eletronik dengan manufaktur,
pemasok,bagian penjualan, dan fungsi bisnis lainnya sehingga proses perencanaan
dapat diperpendek?
Ketiga,
adalah mengelola pengetahuan (managing knowledge) sebagai langkah strategik operasi bisnis. Sistem informasi yang
baik adalah yang mampu memberikan dan menyediakan informasi bagi organisasi terhadap
kabar buruk dalam organisasi bisnis dan segera memberitahukannya kepada
pihak-pihak yangterkait untuk segera mencari solusi permasalahan tersebut. Dalam
melakukanpenilaian sistem informasi strategik, maka apakah sistem digital
organisasi mampumenciptakan tim maya (virtual team) diantara departemen pada
lokasi terpisah?Apakah organisasi bisnis mampu memperoleh dan menganalisis
umpan balik pelanggan secara elektronik untuk mencari tahu perbaikan-perbaikan
apa yangdiinginkan pelanggan? Apakah sistem digital yang dibangun mampu secara
cepatmengalirkan umpan balik pelangganyang biasanya berupa keluhankepada
pekerjaberpengetahuan didalam organisasi yang mampu menyelesaikan
permasalahantersebut? Apakah manajer mampu melakukan analisis pembelian produk
atau jasadengan baik dan menggunakan hasilnya untuk melakukan berbagai
analisis.Dapatkah organisasi menentukan kelompok pelanggan mana yang
palingmenguntungkan menurut pendapatan, umur, lokasi geografis, atau
faktordemografis lainnya?
Keempat,
mengintegrasikan sistem informasi dengan operasi bisnis. Sistem informasi yang
terintegrasi tersebut harus mampu menjawab pertanyaan. Dapatkah organisasi membangun suatu proses besar dari
beberapa proses kecil dan menghubungkan proses-prosestersebut untuk menciptakan
suatu sistem yang efisien? Dengan Teknologi Informasi Saat kini sumber daya
informasi telah
menjadi alat bagi
manajemen untuk secara efisien dan efektif mencapai tujuannya, sehingga
dalam era sekarang iniperan penting teknologi informasi telah diakui
sedemikian pentingnya.Informasi akurat yang real - time dapat
mempercepat pengambilan keputusan untuk langkah penyelesaian permasalahan yang
dihadapi suatu organisasi
tertentu. Dengan demikian
untuk pengolahan data menjadi informasi diperlukan teknologi informasi sebagai perangkat pengolah
data dalam menjalankan suatu aplikasi sistem informasi yang menghasilkan suatu
informasi tertentu.
Dalam menghadapi persaingan bisnis
yang semakin ketat dengan dipicu oleh semakin canggihnya peralatan teknologi
informasi perusahaan, pencarian dan penerapan konsep dan strategi bisnis baru
telah menjadi sesuatu yang lazim dilakukan. Upaya ini perlu terus dilaksanakan agar
suatu organisasi bisnis mampu memenangkan persaingan atau mempertahankan
keunggulan komparatif maupun keunggulan kompetititif atas
kompetitor-kompetitornya.Pada kenyataannya teknologi informasi telah mampu untuk
mengkoordinasikan aliran informasi antara mesin-mesin, pengendali-pengendali,
sistem persediaan, dan komponen-komponen lain dari sistem produksi yang
dapat membuat informasi lebih dapat diakses pada bagian lain dalam suatu
organisasi, dengan cepat dan akurasi yang semakin meningkat serta diikuti
dengan menurunnya biaya.Keberhasilan menggunakandan mengelola sumber daya
informasi, mempunyai arti penting bagi sebuah perusahaan untuk beroperasi dan
berkompetensi dengan perusahaan yang lain. Manajer dituntut untuk mempunyai kemampuan tersebut.
Setelah sumber daya informasi internal dikelola dan digunakan
dengan efisien dan optimal, kemudian langkah berikutnya adalah
mempertimbangkan faktor lingkungan di sekitar perusahaan. Mereka yang sudah
dapat menikmati teknologi informasi, terbukti mengalami peningkatan kekuatan
ekonomi dan menjadi kelompok masyarakat yang relative lebih makmur, sebaliknya mereka yang belum memperoleh
kesempatan pada umumnya berpenghasilan rendah dan bahkan di beberapa Negara hidup
dalam kemiskinan.
Komponen Sistem
Informasi Dalam Perusahaan
Sistem berasal
dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan
yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan
aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. (Wikipedia)
Komponen Sistem Informasi Perusahaan (Sunyoto, Danang. 2014)
1. Database
yang terintegrasi
Database
yag terintegrasi adalah databse yag sama yang digunakan oleh semualini
perusahaan. Bagian sales order, pengiriman, purches order, inventory,
finance,dan akuntansi menggunakan aplikasi dan database
yang sama. Data yang sudah disahkan pada modul sales order dapat
dilihat oleh sales yang bersangkutan.Dengan database yang terintegrasi dan
realtime, maka top manajemen dapatmelihat data secara cepat untuk mengambil
keputusan.
2. Akses
Yang Aman Ke Database
Pastikan akses ke database
sesuai dengan wewenang tiap pengguna, jangan sampai ada pihak yang tidak
berwewenang mengubah database.
3. Bisnis
Yang Terdokumentasi
Proses bisnis perusahaan harus
terdokumentasi dengan baik. Pastikan proses bisnis di dalam dan antara bagian dicatak dengan rapi dan mudah dipahami.
Proses bisnis harus digambarkan secara jelas mulai dari sales order,
inventory, pengiriman, keuangan, akuntansi dan bagian- bagian
lainnya.
4. Pengendalian
Terhadap Aplikasi
Aplikasi
harus mendukung prosen pengedalian internal perusahaan. Ada staf yangmenginput
transaksi ada juga staf yang mengesahkan transaksi. Hindari transaksiyang anya
melibatkan satu staf.
5. Pengendalian
Internal Perusahaan
Selain
pengendalian internal aplikasi, pengendalian internal perusahaan perlu
jugadilakukan supaya tidak ada kerja sama yang memberi peluang penggelapan
asset perusahaan. Pengendalian internal misalnya perputaran tugas, mewakilkan cuti dan lain sebagainya.
Daftar
Pustaka
1.
Sistem Informasi Untuk Keunggulan
Kompetitif
McLeod
Raymond, Sistem Informasi Manajemen,
Edisi Kesepuluh, Jakarta, Salemba Empat : 2007 (11
September 2017, 19.30)
2. Sistem
Informasi Dalam Persaingan Bisnis
Irwan Nasution, 2017. https://www.academia.edu/8162183/KEUNGGULAN_KOMPETITIF_DENGAN_TEKNOLOGI_INFORMASI (11 SEPTEMBER 2017, 19.50)
4. Komponen Sistem Informasi Perusahaan
Sunyoto,
Danang. 2014. Sistem Informasi Manajemen
(Perspektif Organisasi). Jogyakarta. CAPS (Center of
Academic Publising Service). (11 September 2017, 20.00)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar