Kamis, 28 Desember 2017

Pengenalan E- Learning

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Pengenalan E-Learning



Dosen Pengampu :
Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA


Disusun Oleh :
Aprilia Wahyu Perdani (43116110355)




PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MERCU BUANA
JAKARTA 2017

Pengenalan E- Learning

Pengertian E-learning
E-learning merupakan singkatan dari Elektronic Learning, merupakan cara baru dalam proses belajar mengajar yang menggunakan media elektronik khususnya internet sebagai sistem pembelajarannya. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. E-learning dalam arti luas bisa mencakup pembelajaran yang dilakukan di media elektronik (internet) baik secara formal maupun informal. E-learning secara formal misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan- perusahaan (biasanya perusahaan konsultan) yang memang bergerak dibidang penyediaan jasa e- learning untuk umum.
Efektifitas penggunaan E-learning ini harus didukung oleh subjek dari pendidikan yakni Dosen dan Mahasiswa dalam pengasaan pengoperasian E-learning tersebut. Dalam merancang sistem E-learning perlu mempertimbangkan dua hal, yakni peserta didik yang menjadi target dan hasil pembelajaran yang diharapkan. Pemahaman atas peserta didik sangatlah penting, yakni antara lain adalah harapan dan tujuan mereka dalam mengikuti E-learning, kecepatan dalam mengakses internet atau jaringan, keterbatasan bandwidth, biaya untuk akses internet, serta latar belakang pengetahuan yang menyangkut kesiapan dalam mengikuti pembelajaran. Pemahaman atas hasil pembelajaran diperlukan untuk menentukan cakupan materi, kerangka penilaian hasil belajar, serta pengetahuan awal. (Anonim 1, 2008).

Ragam Jenis E-Learning dan Komponennya (Anonim 2, 2016)
Ragam jenis e-learning dibedakan menjadi lima kategori, yaitu:
1.    learner-led e-learning
2.    facilitated e-learning
3.    instructor-led e-learning
4.    embedded e-learning
5.    telementoring;dan
6.    e-coaching.

Komponen Sistem Informasi E-Learning
Sistem informasi akademik mempunyai komponen yang sama dengan sistem informasi secara umum, yaitu: komponen input, komponen model, komponen basis data, dan komponen output. Perbedaan komponen-komponen ini antar sistem-sistem informasi lainnya adalah konteks letak dari sistem informasinya.
1.    Komponen Input Akademik
Sistem informasi akademik mengumpulkan data yang berkaitan dengan pengelolaan data misalnya nilai mahasiswa, mata kuliah, data staf pengajar (dosen) serta administrasi fakultas/jurusan, dll.
2.    Komponen Model Akademik
Model digunakan untuk menghasilkan informasi yang relevan yang sesuai dengan kebutuhan pemakai sistemnya. Model merupakan cetakan yang merubah bentuk input menjadi output. Model di sistem informasi akademik banyak digunakan untuk menghasilkan informasi – informasi tentang pengelolaan data mahasiswa, dosen, dll.
3.    Komponen Basis Data Akademik
Data yang digunakan untuk output berasal dari data base.
4.    Komponen Output Akademik.
Tiap subsistem output menyediakan informasi tentang subsistem itu sebagai bagian dari bauran. Subsistem jurusan menyediakan informasi mengenai jurusan. Subsistem fakultas menyediakan informasi mengenai fakutlasnya. (Anonim,2016)

Maanfaat Sistem Pembelajaran Dengan Elearning Bagi Perguruan Tinggi Dan Mahasiswa
Menurut Karwati (2014) dalam Suharyanto dan Adel (2016), secara lebih rinci, manfaat e-learning dapat dilihat dari 2 sudut, yaitu:
  • Dari Sudut Mahasiswa: e-learning memungkinkan berkembangnya fleksibilitas belajar yang tinggi. Artinya, mahasiswa dapat mengakses bahanbahan belajar setiap saat dan berulang-ulang. Mahasiswa juga dapat berkomunikasi dengan dosen setiap saat. Dengan kondisi yang demikian ini, mahasiswa dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran.
  • Lebih mudah melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggungjawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang terjadi;
  • Mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna peningkatan wawasannya karena waktu luang yang dimiliki relatif lebih banyak;
  • Mengontrol kegiatan belajar mahasiswa. Bahkan dosen juga dapat mengetahui kapan mahasiswanya belajar, topik apa yang dipelajari, berapa lama sesuatu topik dipelajari, serta berapa kali topik tertentu dipelajari ulang;
  • Mengecek apakah mahasiswa telah mengerjakan soal-soal latihan setelah mempelajari topik tertentu; dan
  • Memeriksa jawaban mahasiswa dan memberitahukan hasilnya kepada mahasiswa.
E-learning berpengaruh positif dan signifikan terhadap mutu belajar siswa. Pengaruh tersebut berada dalam kategori yang kuat. Semakin intensif e-learning dimanfaatkan, maka mutu belajar siswa akan semakin meningkat pula. Pemanfaatan web e-learning akan meningkatkan hasil belajar secara tidak langsung. Tujuan digunakannya e-learning dalam sistem pembelajaran adalah untuk memperluas akses pendidikan kemasyarakat luas, serta dalam rangka meningkatkan mutu belajar. (Suharyanto dan Adel, 2016)
Dibutuhkan kecepatan koneksi internet yang tersedia agar pelaksanaan metode pembelajaran berbasis e-learning dapat berjalan lancar. Dibutuhkan serangkaian pelatihan dalam rangka sosialisasi pengembangan metode pembelajaran berbasis e-learning ini agar seluruh penggunanya pola pemikiran efektif dan menerima e-learning menjadi salah satu alternative metode pembelajaran dan evaluasi dalam kegiatan belajar mengajar. Diperlukan dukungan sepenuhnya dari lembaga dalam pemanfaatan e-learning sebagai media pembelajaran baik dalam bentuk instruksi maupun kebijakan. (Suharyanto dan Adel, 2016)

Implementasi Sistem E- Learning yang ada di Universitas Mercubuana
Penerapan e-learning ini juga dipandang sangat tepat karena pertimbangan bahwa civitas akademika, baik dosen, mahasiswa, maupun tenaga kependidikan di Universitas Mercubuana, dipandang sudah sangat familiar dengan penggunaan teknologi komputer dalam kegiatan belajar mengajar. Menurut saya dengan diterapkannya sistem elerning di UMB sangat mendukung karena adanya perubahan budaya belajar dan peningkatan mutu pembelajaran mahasiswa dan dosen UMB, adanya perubahan pertemuan pembelajaran yang tidak lagi terfokus pada pertemuan (tatap muka) di kelas, tersedianya materi pembelajaran di media elektronik melalui website e- learning UMB yang mudah diakses dan dikembangkan oleh mahasiswa.

Saran dan Rekomendasi
Mengenai implementasi system E-Learning di Universitas Mercu Buana implementasi sistem e-learning dikampus kita ini sudah cukup bagus karena sudah memanfaatkan era digital saat ini. Keberadaan fasilitas e-learning merupakan salah satu alternatif kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan melalui pemanfaatan teknologi komputer dan internet. Selain itu, dapat memudahkan mahasiswa mengakses forum, tugas, ataupun kuis dimana saja dan kapan saja selama batas waktu yang diberikan dosen masih bisa diakses, dan sistem e-learning ini tidak memiliki batasan akses inilah yang memungkinkan perkuliahan bisa dilakukan lebih banyak waktu. Untuk saran ataupun rekomendasi mengenai e-elearning ini perbaikan sistem yang lebih baik lagi agar tidak terjadi seringnya error sistem, penambahan fitur-fitur yang lebih canggih lagi seperti video streaming dosen yang sedang menjelaskan materi yang disampaikan agar mahasiswa/i dapat mudah mengerti.

Efektifitas dan Efesiensi E-Learning
Beberapa saran yang akan dikemukan setelah melakukan analisa dan perancangan sistem informasi e- learning yaitu sebagai berikut :
1. Diharapkan untuk penelitian berikutnya dapat mengembangkan sistem informasi e-learning ini menjadi sistem informasi yang lebih kompleks, yaitu kegiatan belajar mengajar melalui pertemuan antara guru dan siswa melalui internet melalui media Chat dll .

2. Diharapkan untuk penelitian berikutnya dapat ditambahkan fasilitas untuk melakukan ujian secara online dan penambahan sistem penilaian. (Fajar,Dimas,2015)

3. E-Learning dapat menjadi efektif apabila adanya kerjasama antara pengajar dan siswanya untuk mensukseskannya, tanpa salah satu dari keduanya keberadaan E-Learning tidak akan berjalan secara lancar. Untuk itulah diperlukan komunikasi yang erat antar keduanya. Selain dari itu, efektivitas E-Learning juga didukung oleh keahlian dan kreativitas pengajar dalam meracik materi yang akan disampaikan. Hal ini juga termasuk pada keahlian pengajar dalam mengoperasikan perangkat elektronik.

Terkadang E-Learning juga menjadi beban bagi para pengajar yang belum menguasai operasional perangkat elektronik. Untuk mengatasi permasalahan ini, Dinas Pendidikan terkait banyak melakukan pelatihan bagi guru-guru yang belum menguasai operasional perangkat elektronik, terlebih untuk daerah terpencil. Selain langkah tersebut, para pengajar dapat memanfaatkan situs jejaring sosial untuk bertukar pikiran mengenai pengalaman mengajarnya, seperti di Grup Asosiasi Guru Matematika Indonesia.
4. Untuk memperoleh suatu hal diperlukan suatu biaya untuk mendapatkannya, sama halnya dalam proses pembelajaran. Metode E-Learning dapat menekan biaya yang akan dikeluarkan selama proses pembelajaran, misalnya saja dalam proses mengerjakan tugas. Biasanya dalam mengerjakan tugas siswa diharuskan untuk mengerjakannya dalam bentuk Hardcopy dengan mem-print tugasnya tersebut. Akan tetapi dengan adanya E-Learning, tugas pun dapat dikrimkan dalam bentuk Softcopy dengan mengirimkan lewat e-mail. Hal ini tentu dapat menekan biaya untuk membuat tugas. (Ikubaro,Ryano,2013 )


Daftar Pustaka:
  1. 1Anonim 1, 2008. http://e-dufiesta.blogspot.co.id/2008/06/pengertian-e-learning.html (16 Desember 2017, 21:30)
  2. Anonim 2, 2016 http://scdc.binus.ac.id/himsisfo/2016/08/pengertian-dan-karakteristik- e-learning/ (19 December 2017, 11.00)
  3. Anonim 3, 2016 http://scdc.binus.ac.id/himsisfo/2016/08/pengertian-dan-karakteristik- e-learning/ (19 December 2017, 11.00)
  4. 4Suharyanto dan Adele B. L. Mailangkay, (2016). x. Jurnal Ilmiah Widya Volume 3 Nomor 4 Agustus -- Desember 2016.
  5. Fajar,Dimas,2015. https://www.academia.edu/15030089/Sistem_Informasi_E-learning (19 Desember 2017, 10.57)
  6. kubaro,Ryano,2013 http://ikubaru93.blogspot.co.id/2013/12/efektivitas-dan- efisiensi-pembelajaran.html  (19 December 2017, 10.59)