SISTEM INFORMASI
MANAJEMEN
|
Dosen Pengampu :
Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA
Disusun Oleh :
Aprilia Wahyu Perdani (43116110355)
|
PROGRAM
STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS
EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS
MERCU BUANA
JAKARTA
2017
|
Pengertian E-learning
E-learning merupakan
singkatan dari Elektronic Learning,
merupakan cara baru dalam proses belajar mengajar yang menggunakan media
elektronik khususnya internet sebagai sistem pembelajarannya. E-learning merupakan
dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi. E-learning dalam arti luas bisa mencakup pembelajaran yang
dilakukan di media elektronik (internet) baik secara formal maupun informal.
E-learning secara formal misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum,
silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan
jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-learning dan
pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya
tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya atau pembelajaran jarak
jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan- perusahaan (biasanya
perusahaan konsultan) yang memang bergerak dibidang penyediaan jasa e- learning
untuk umum.
Efektifitas penggunaan
E-learning ini harus didukung oleh subjek dari pendidikan yakni Dosen dan
Mahasiswa dalam pengasaan pengoperasian E-learning tersebut. Dalam merancang
sistem E-learning perlu mempertimbangkan dua hal, yakni peserta didik yang
menjadi target dan hasil pembelajaran yang diharapkan. Pemahaman atas peserta
didik sangatlah penting, yakni antara lain adalah harapan dan tujuan mereka
dalam mengikuti E-learning, kecepatan dalam mengakses internet atau jaringan,
keterbatasan bandwidth, biaya untuk akses internet, serta latar belakang
pengetahuan yang menyangkut kesiapan dalam mengikuti pembelajaran. Pemahaman
atas hasil pembelajaran diperlukan untuk menentukan cakupan materi, kerangka
penilaian hasil belajar, serta pengetahuan awal. (Anonim 1, 2008).
Ragam Jenis E-Learning dan
Komponennya (Anonim 2, 2016)
Ragam
jenis e-learning dibedakan menjadi lima kategori, yaitu:
1. learner-led e-learning
2. facilitated e-learning
3. instructor-led e-learning
4. embedded e-learning
5. telementoring;dan
6. e-coaching.
Komponen Sistem Informasi
E-Learning
Sistem
informasi akademik mempunyai komponen yang sama dengan sistem informasi secara
umum, yaitu: komponen input, komponen model, komponen basis data, dan komponen
output. Perbedaan komponen-komponen ini antar sistem-sistem informasi lainnya
adalah konteks letak dari sistem informasinya.
1. Komponen Input Akademik
Sistem
informasi akademik mengumpulkan data yang berkaitan dengan pengelolaan data
misalnya nilai mahasiswa, mata kuliah, data staf pengajar (dosen) serta administrasi
fakultas/jurusan, dll.
2. Komponen Model Akademik
Model
digunakan untuk menghasilkan informasi yang relevan yang sesuai dengan
kebutuhan pemakai sistemnya. Model merupakan cetakan yang merubah bentuk input
menjadi output. Model di sistem informasi akademik banyak digunakan untuk
menghasilkan informasi – informasi tentang pengelolaan data mahasiswa, dosen,
dll.
3. Komponen Basis Data Akademik
Data
yang digunakan untuk output berasal dari data base.
4. Komponen Output Akademik.
Tiap
subsistem output menyediakan informasi tentang subsistem itu sebagai bagian
dari bauran. Subsistem jurusan menyediakan informasi mengenai jurusan.
Subsistem fakultas menyediakan informasi mengenai fakutlasnya. (Anonim,2016)
Maanfaat
Sistem Pembelajaran Dengan Elearning Bagi Perguruan Tinggi Dan Mahasiswa
Menurut Karwati (2014) dalam
Suharyanto dan Adel (2016), secara lebih rinci, manfaat e-learning dapat
dilihat dari 2 sudut, yaitu:
- Dari Sudut Mahasiswa: e-learning
memungkinkan berkembangnya fleksibilitas belajar yang tinggi. Artinya,
mahasiswa dapat mengakses bahanbahan belajar setiap saat dan
berulang-ulang. Mahasiswa juga dapat berkomunikasi dengan dosen setiap
saat. Dengan kondisi yang demikian ini, mahasiswa dapat lebih memantapkan
penguasaannya terhadap materi pembelajaran.
- Lebih mudah melakukan pemutakhiran
bahan-bahan belajar yang menjadi tanggungjawabnya sesuai dengan tuntutan
perkembangan keilmuan yang terjadi;
- Mengembangkan diri atau melakukan
penelitian guna peningkatan wawasannya karena waktu luang yang dimiliki relatif
lebih banyak;
- Mengontrol kegiatan belajar mahasiswa.
Bahkan dosen juga dapat mengetahui kapan mahasiswanya belajar, topik apa
yang dipelajari, berapa lama sesuatu topik dipelajari, serta berapa kali
topik tertentu dipelajari ulang;
- Mengecek apakah mahasiswa telah
mengerjakan soal-soal latihan setelah mempelajari topik tertentu; dan
- Memeriksa jawaban mahasiswa dan
memberitahukan hasilnya kepada mahasiswa.
E-learning berpengaruh
positif dan signifikan terhadap mutu belajar siswa. Pengaruh tersebut berada
dalam kategori yang kuat. Semakin intensif e-learning dimanfaatkan, maka mutu
belajar siswa akan semakin meningkat pula. Pemanfaatan web e-learning akan
meningkatkan hasil belajar secara tidak langsung. Tujuan digunakannya
e-learning dalam sistem pembelajaran adalah untuk memperluas akses pendidikan
kemasyarakat luas, serta dalam rangka meningkatkan mutu belajar. (Suharyanto
dan Adel, 2016)
Dibutuhkan kecepatan koneksi
internet yang tersedia agar pelaksanaan metode pembelajaran berbasis e-learning
dapat berjalan lancar. Dibutuhkan serangkaian pelatihan dalam rangka
sosialisasi pengembangan metode pembelajaran berbasis e-learning ini agar
seluruh penggunanya pola pemikiran efektif dan menerima e-learning menjadi
salah satu alternative metode pembelajaran dan evaluasi dalam kegiatan belajar
mengajar. Diperlukan dukungan sepenuhnya dari lembaga dalam pemanfaatan
e-learning sebagai media pembelajaran baik dalam bentuk instruksi maupun
kebijakan. (Suharyanto dan Adel, 2016)
Implementasi
Sistem E- Learning yang ada di Universitas Mercubuana
Penerapan e-learning ini
juga dipandang sangat tepat karena pertimbangan bahwa civitas akademika, baik
dosen, mahasiswa, maupun tenaga kependidikan di Universitas Mercubuana,
dipandang sudah sangat familiar dengan penggunaan teknologi komputer dalam
kegiatan belajar mengajar. Menurut saya dengan diterapkannya sistem elerning di
UMB sangat mendukung karena adanya perubahan budaya belajar dan peningkatan
mutu pembelajaran mahasiswa dan dosen UMB, adanya perubahan pertemuan pembelajaran
yang tidak lagi terfokus pada pertemuan (tatap muka) di kelas, tersedianya
materi pembelajaran di media elektronik melalui website e- learning UMB yang
mudah diakses dan dikembangkan oleh mahasiswa.
Saran
dan Rekomendasi
Mengenai implementasi system
E-Learning di Universitas Mercu Buana implementasi sistem e-learning dikampus
kita ini sudah cukup bagus karena sudah memanfaatkan era digital saat ini.
Keberadaan fasilitas e-learning merupakan salah satu alternatif kegiatan
pembelajaran yang dilaksanakan melalui pemanfaatan teknologi komputer dan
internet. Selain itu, dapat memudahkan mahasiswa mengakses forum, tugas,
ataupun kuis dimana saja dan kapan saja selama batas waktu yang diberikan dosen
masih bisa diakses, dan sistem e-learning ini tidak memiliki batasan akses
inilah yang memungkinkan perkuliahan bisa dilakukan lebih banyak waktu. Untuk
saran ataupun rekomendasi mengenai e-elearning ini perbaikan sistem yang lebih
baik lagi agar tidak terjadi seringnya error sistem, penambahan fitur-fitur yang
lebih canggih lagi seperti video streaming dosen yang sedang menjelaskan materi
yang disampaikan agar mahasiswa/i dapat mudah mengerti.
Efektifitas
dan Efesiensi E-Learning
Beberapa saran yang akan
dikemukan setelah melakukan analisa dan perancangan sistem informasi e-
learning yaitu sebagai berikut :
1. Diharapkan untuk
penelitian berikutnya dapat mengembangkan sistem informasi e-learning ini
menjadi sistem informasi yang lebih kompleks, yaitu kegiatan belajar mengajar
melalui pertemuan antara guru dan siswa melalui internet melalui media Chat dll
.
2. Diharapkan untuk
penelitian berikutnya dapat ditambahkan fasilitas untuk melakukan ujian secara
online dan penambahan sistem penilaian. (Fajar,Dimas,2015)
3. E-Learning dapat menjadi
efektif apabila adanya kerjasama antara pengajar dan siswanya untuk
mensukseskannya, tanpa salah satu dari keduanya keberadaan E-Learning tidak
akan berjalan secara lancar. Untuk itulah diperlukan komunikasi yang erat antar
keduanya. Selain dari itu, efektivitas E-Learning juga didukung oleh keahlian
dan kreativitas pengajar dalam meracik materi yang akan disampaikan. Hal ini
juga termasuk pada keahlian pengajar dalam mengoperasikan perangkat elektronik.
Terkadang E-Learning juga
menjadi beban bagi para pengajar yang belum menguasai operasional perangkat
elektronik. Untuk mengatasi permasalahan ini, Dinas Pendidikan terkait banyak
melakukan pelatihan bagi guru-guru yang belum menguasai operasional perangkat
elektronik, terlebih untuk daerah terpencil. Selain langkah tersebut, para
pengajar dapat memanfaatkan situs jejaring sosial untuk bertukar pikiran
mengenai pengalaman mengajarnya, seperti di Grup Asosiasi Guru Matematika
Indonesia.
4. Untuk memperoleh suatu
hal diperlukan suatu biaya untuk mendapatkannya, sama halnya dalam proses
pembelajaran. Metode E-Learning dapat menekan biaya yang akan dikeluarkan
selama proses pembelajaran, misalnya saja dalam proses mengerjakan tugas.
Biasanya dalam mengerjakan tugas siswa diharuskan untuk mengerjakannya dalam
bentuk Hardcopy dengan mem-print tugasnya tersebut. Akan tetapi dengan adanya
E-Learning, tugas pun dapat dikrimkan dalam bentuk Softcopy dengan mengirimkan
lewat e-mail. Hal ini tentu dapat menekan biaya untuk membuat tugas.
(Ikubaro,Ryano,2013 )
Daftar
Pustaka:
- 1Anonim 1, 2008. http://e-dufiesta.blogspot.co.id/2008/06/pengertian-e-learning.html (16 Desember 2017, 21:30)
- Anonim 2, 2016 http://scdc.binus.ac.id/himsisfo/2016/08/pengertian-dan-karakteristik- e-learning/ (19 December 2017, 11.00)
- Anonim 3, 2016 http://scdc.binus.ac.id/himsisfo/2016/08/pengertian-dan-karakteristik- e-learning/ (19 December 2017, 11.00)
- 4Suharyanto dan Adele B. L. Mailangkay, (2016). x. Jurnal Ilmiah Widya Volume 3 Nomor 4 Agustus -- Desember 2016.
- Fajar,Dimas,2015. https://www.academia.edu/15030089/Sistem_Informasi_E-learning (19 Desember 2017, 10.57)
- kubaro,Ryano,2013 http://ikubaru93.blogspot.co.id/2013/12/efektivitas-dan- efisiensi-pembelajaran.html (19 December 2017, 10.59)
